Judul: The Chocolate Chance
Penulis: Yoana Dianika
Penyunting: Nunung Wiyati
Perancang sampul: Satrio d'Labusiam
Pemeriksa aksara: Pritameani
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah halaman: 356
Cetakan pertama: Maret 2013
Menurutku, waktu adalah hal yang paling kejam yang bisa mengombang-ambingkan seseorang. Detik ini kau bisa tertawa, tidak menutup kemungkinan bisa saja kau menangis beberapa menit kemudian karena pada dasarnya manusia itu hidup dalam ketidakpastian.
The Chocolate Chance bercerita tentang cinta segitiga antara Juno, Orvala, dan Aruna. Orvala Theobroma adalah seorang penggila coklat, sama seperti ayahnya. Untuk itulah nama belakangnya seperti nama ilmiah tanaman cokelat. Orvala adalah junior Juno di SMA. Setelah insiden "kue tumpah", hati Juno yang keras dan terkenal berwatak pemberontak menjadi luluh. Singkat cerita, mereka pun menjalin hubungan. Di masa lalu, Juno pernah salah memilih teman, akhirnya kini dia sering dikeroyok oleh sekelompok pemuda hingga babak belur.
Ayah pernah bilang kepadaku bahwa hidup itu seperti cokelat. Saat kutanya "mengapa" sambil mengerutkan kening karena bingung, beliau mengatakan bahwa di dalam sebuah minuman cokelat pasti ada rasa manis dan pahit yang menyatu. Namun, rasa yang menyatu itulah yang membuat ketagihan, yang membuat kita tidak bisa berhenti menyesap cokelat. Hidup juga seperti itu. Ada pahit-manis yang dilalui.
Suatu hari, Juno dikeroyok lagi oleh orang tak dikenal. Orvala pun menjenguk kekasihnya di rumah. Bersama Vala, Juno merasa bahagia, tenang, dan tidak merasa kesepian lagi. Saat itu, dia meminta Vala untuk tetap menemaninya hingga mereka ketiduran dan Vala lupa tidak memberi kabar ke rumah. Sementara itu, Ayah Vala ternyata sakit karena terjatuh saat bekerja. Kondisinya tidak semakin membaik dan akhirnya meninggal dunia. Namun, setelah kejadian menginapnya Orvala di rumah Juno, Juno tiba-tiba dikabarkan sudah pergi ke Jerman meninggalkan Vala dalam ketidakpastian tentang hubungan mereka dan duka meninggalnya sang Ayah.