Showing posts with label young adult. Show all posts
Showing posts with label young adult. Show all posts

Friday, August 31, 2018

Someday by Winna Efendi

Judul: Someday
Penulis: Winna Efendi
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: Cetakan pertama, 2017
Jumlah halaman: vii + 400 halaman
*baca di google play books*



Kadang manusia harus membuat pilihan-pilihan yang salah sebelum menemukan pilihan yang terbaik. Harus terjatuh dulu, agar tahu rasanya bangkit.

Novel ini berkisah tentang sepenggal kehidupan Chris. Gadis tomboi yang skeptis pada cinta. Chris berkaca pada kehidupan orang tuanya, keluarganya. Seingat Chris, awalnya pertengkaran kedua orang tuanya sering kali berkisar seputar Colin. Dia adalah adik kandung Chris yang memiliki Trysomi 21. Sebuah kelainan genetik yang menyebabkan Colin mengalami keterbelakangan fisik dan mental.

Aku tidak ingin seperti Milo, yang terus mengecek ponsel setiap kali mengirimkan pesan kepada Kak Mel, menanti-nanti jawabannya dengan penuh harap. Aku tidak ingin menunggu kepastian untuk sebuah jawaban mengenai perasaanku. (Halaman 10)

Setidaknya Chris masih beruntung karena memiliki Milo, sahabatnya dari kecil. Tidak ada rahasia di antara mereka, sampai Chris dekat dengan Arthur Soembardi atau yang biasa dipanggil Art. Art yang misterius tapi mengagumkan, bagi Chris. Lucunya, kedekatan Chris dengan Art momennya tidak jauh berbeda dengan kedekatan Milo dengan Kak Mel, wanita idaman Milo sejak pertama kali menginjakkan kaki di SMA Pelita. 

Tuesday, July 28, 2015

Just Like Strawberry by Maulida Sarah

Judul: Just Like Strawberry
Penulis: Maulida Sarah
Editor: Lana Puspitasari
Ilustrator: Chyntia Yaneta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 184
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0950-7





Hari pertama Raya memulai kehidupan kuliahnya di Universitas Pertama sungguh sial. Dia terlambat datang ospek, membuat panitia ospek, Ruben, jatuh dan dikenai hukuman karena alasan terakhir itu. Namun, saat itu juga Ruben merasakan sesuatu terhadap Raya, cinta kah?


Di kampus itu, Raya juga berkenalan dengan Romeo, seniornya yang lain, yang mengingatkan Raya akan sahabat masa kecilnya, Remy. Sifat Romeo dan Remy mirip. Inilah yang membuat Raya nyaman berada di dekat Romeo. Bagi Romeo sendiri, sosok Raya mampu membangkitkan semangat hidupnya yang sempat padam. Apakah Romeo jatuh cinta kepada Raya? Lalu, bagaimana dengan perasaan Raya sendiri? Simak hubungan segi empat antara Ruben-Raya-Romeo-Syenna.


"Cinta itu memang asam manis, kayak Strawberry," kata Raya sambil meraih ponselnya.

Membaca novel ini rasanya kayak lagi nonton FTV. Ceritanya sederhana. Tapi cukup bisa membuat saya mengerutkan kening di awal karena nggak ngeh dengan hubungan kakak adik di keluarga Raya. Nggak ngeh urutannya blas. Siapa kakak pertama, siapa kakak kedua. Sayang aja sih. Saya berharapnya hubungan kekeluargaannya lebih digali lagi, meskipun konsentrasi cerita bukan pada hal tersebut.

Thursday, June 04, 2015

It's (Not) My Story by Neni Jahar

Judul: It's Not My Story
Penulis: Neni Jahar
Ilustrasi sampul: Eduard Iwan Mangopang
Editor: Irna Permanasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 208
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0836-4




Kisah menegangkan ini bermula dari Mika dan Eriz yang sepakat membuat sebuah novel duet bergenre thriller. Sebelumnya, cerpen mereka berdua dimuat dalam majalah kampus. Inilah yang membuat kedua sahabat itu pede untuk menelurkan sebuah novel. Mereka pun memikirkan ide yang unik untuk novel perdana ini. Bagaimanakah sebaiknya kisahnya akan bermula?

Sebenarnya, selain Mika dan Eriz, ada satu orang anggota geng lagi, yaitu Naoki. Naoki ini laki-laki ya. Dan satu lagi seekor Kutu Loncat, sebut saja Kucat. Nama aslinya sih Karla. Dia pengen banget nempel terus sama Naoki. Jadilah Mika dan Naoki berpura-pura pacaran. Mika ini nggak sukanya minta ampun sama Kucat.

Friday, May 29, 2015

Dag, Dig, Dugderan by Leyla Hana

Judul: Dag, Dig, Dugderan
Penulis: Leyla Hana
Editor: Dewi Kartika Teguh Wati
Desain sampul: Gita Juwita
Tata letak isi: Rahayu Lestari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 196
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0806-7



Sri


Di rumah Bulek Sekar, ada pembagian tugas rumah tangga. Sri sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sejak tinggal bersama Mbah Putri. Dia kebagian mencuci piring dan menyapu halaman, tetapi Bagus dan Ningrum sering menyerahkan tugas mereka kepada Sri. Itu yang membuat Sri sering kelelahan. Apa daya, dia hanya menumpang. Maka dia harus menerima perlakuan apa pun yang ditujukan kepadanya.
Sri adalah pribumi asli. Tipenya seperti gambaran gadis desa jaman dulu, di mana gadis desa digambarkan sebagai sosok yang bisa diandalkan soal pekerjaan rumah tangga dan polos. Dalam novel ini karakternya ditambahkan menjadi sosok yang pandai. Dalam hatinya, terjadi pergulatan batin tentang eksistensi ibunya yang pergi merantau ke negara lain menjadi TKW. Sri ingin ibunya mendampingi dirinya, pulang. Namun, sang ibu tetap saja berkeras tetap bekerja di luar negeri, dan hanya mengirimi uang seadanya untuk kehidupan Sri bersama buleknya. Bagi Sri sebenarnya, keberadaan ibu di sisinya lebih penting dari uang semata.

Thursday, January 08, 2015

Cinta Abnormal by Sifah Nur

Judul: Cinta Abnormal
Penulis: Sifah Nur
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah halaman: 224
Tahun terbit: 2014





"Guruku bilang, angin dan hujan adalah media pengirim pesan terbaik yang diberikan oleh Tuhan. Karena konon katanya, angin dan hujan itu memiliki kelebihan. Mampu membawa roh. Keduanya sama-sama membawa jiwa orang yang sedang kita pikirkan." (hal. 72)





Selama ini, di kalangan sahabatnya Tifa dikenal dengan remaja yang menyukai pria yang jauh lebih tua dari usianya. Menurut mereka, fenomana ini adalah suatu keabnormalan. Seharusnya Tifa menyukai orang-orang yang seusia atau setidaknya memiliki selisih umur yang sedikit. Di tengah kegalauannya tentang keabnormalan ini, muncul kembali sosok Tian di kehidupan Tifa. Tian adalah sahabat masa kecil Tifa, orang yang selalu memberi dukungan penuh untuk Tifa.

Kehadiran Tian yang cukup intens di kehidupan Tifa, meskipun diselingi dengan riak-riak kecil, mau tidak mau kembali mengangkat memori menyenangkan mereka di masa lalu, termasuk kenangan tentang sebuah rasa yang dipendam oleh keduanya. Tian pun tahu bahwa Tifa lebih mudah jatuh cinta pada pria yang usianya terpaut jauh dengannya, pria yang lebih matang. Akankah Tian menyembuhkan abnormalitas Tifa?

Monday, November 24, 2014

Misteri Pulau Tengkorak by Robert Arthur

Judul: Misteri Pulau Tengkorak (Trio Detektif #6)
Penulis: Robert Arthur
Alih bahasa: Agus Setiadi
Desain cover: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 200
Tahun terbit: 2014
Format: ebook











Jupiter Jones, Bob Andrews, dan Pete Crenshaw ditugaskan untuk menyelidiki misteri di Pulau Tengkorak. Selain itu, mereka memiliki tugas tambahan membintangi sebuah film di sana. Pulau Tengkorak dulunya adalah sarang bajak laut. Sang bajak laut menenggelamkan seluruh hartanya di perairan sekitar pulau itu, tetapi tidak ada yang pernah benar-benar menemukan harta karun di sana. Harta sang bajak laut seolah ditelan oleh Sang Laut.

Setelah sampai di bandara kota Melville, trio detektif dijemput olah seorang lelaki bernama Sam. Herannya, dia tahu bahwa mereka adalah detektif. Bukannya diantar ke Fishingport, tapi ketiga pemuda ini justru didamparkan Pulau Tangan, malam-malam di tengah badai. Chris Markos, remaja asal Yunani yang menemukan mereka dengan perahu layar kecilnya. Trio detektif pun diantarkan kembali ke Fishingport. Di tengah perjalanan melewati Pulau Tengkorak, mereka melihat hantu Sally Farington!

Monday, October 13, 2014

I Am Number Four by Pittacuse Lore

Judul: I Am Number Four
Penulis: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Penyunting: Esti A. Budihabsari
Proofreader: Ocllivia Dwiyanti P.
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 500
Cetakan I: Januari 2011











Pertama kali tahu soal I Am Number Four ini dari junior di kampus yang waktu itu punya filmnya. Setelah dibilangin kalau ada bukunya, sejak saat itu saya merasa penasaran, seperti apa gaya cerita penulis. Baru deh tahun kemarin (kalau tidak salah ingat) saya berhasil punya novel ini dari clearance sale-nya Teh Nisa yang digelar di twitter & tokobagus.

Four adalah seorang alien dari Planet Lorien. Planet Lorien isinya tidak jauh berbeda dengan bumi. Si manusia planetnya pun mirip banget sama manusia bumi. Four adalah anak keempat yang meninggalkan planet. Anak keempat dari sembilan anak yang diselamatkan bersama para cepannya. Merekalah para Garde. Dia datang ke bumi dalam rangka melanjutkan hidupnya dan "ngumpet" sementara dari para Mogadorian yang sudah menghancurkan planetnya dan membunuh para pejuang planet. Four hidup nomaden bersama seorang cepan dan berganti-ganti nama serta identitas lain.

Tuesday, July 15, 2014

Seira & The Legend of Madriva by Sitta Karina

Judul: Seira and the Legend of Madriva (Magical Seira #1)
Penulis: Sitta Karina
Editor: Siti Nur Andini
Ilustrator: Sitta Karina
Penata letak: Masykur Halimun T.
Penerbit: Buah Hati
Jumlah halaman: 240
Cetakan I: Desember 2012



"Uti, Anta 'kan gak pernah mau ngaku kalau dia beneran naksir Zaki. Tapi, bukankah orang kadang susah mengakui apa yang sesungguhnya berkutat di hatinya?" (hal. 29)

Seira Hasanah hidup bak puteri, bergelimang harta, tetapi kurang bahagia karena kedua orang tuanya telah bercerai dan kini hidupnya serba diatur oleh Bunda. Harus ke pesta inilah-itulah, mengenakan gaun merk apalah, belum lagi harus ke salon. Rutinitas yang begitu mengekang dirinya. Hal ini tentu saja membuatnya kalut. Hanya dengan memutar lagu Serenity akan memberikan ketenangan temporer bagi Seira.

Seira memiliki dua orang sahabat di SMU Nasional High, Maruti dan Anta. Keduanya adalah anggota klub cheerleader. Saat ini, Seira sedang disibukkan oleh persiapan prom night sekolahnya, mengingat mereka sebentar lagi akan lulus SMU. Selain itu, dia juga disibukkan oleh pikiran tentang siapa pasangannya di prom night nanti.

Sunday, July 06, 2014

Percy Jackson & The Olympians #3: The Titan's Curse by Rick Riordan

Judul: The Titan's Curse (PJO #3)
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Nuraini Mastura
Penyelaras aksara: Tendy Yulianes
Penata aksara: garislingkar
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 397
Cetakan VI: September 2013
Harga: Rp 49.300
*Beli di bukabuku.com*


Sementara itu, kukirimkan pikiran-pikiranku bak orang gila--apa pun untuk mendapat perhatian Grover: Grover! Apel-apel! Kaleng timah, kaleng timah! Cepatlah bawa p*nt*t kambing berbulumu kemari dan bawa serta beberapa teman bersenjata lengkap! (hal. 24)

Percy, Annabeth, dan Thalia pergi ke Asrama Westover, tempat Grover menemukan dua orang blasteran kakak beradik, Bianca dan Nico di Angelo. Nyatanya di sana telah bersiaga seekor (?) monster yang menyamar menjadi guru asrama, yaitu Dr. Thorn. Pertarungan pun tak dapat dihindari. Bala bantuan datang, dari para Pemburu dan Dewi Artemis. Ketika sang monster ingin menyerang Thalia dan Percy, Annabeth langsung menggelayuti punggung monster sambil menusukkan belatinya. Para Pemburu pun memanah monster itu. Sang monster, yang adalah manticore, limbung dan jatuh ke laut bersama Annabeth lalu mereka menghilang.

Tuesday, February 11, 2014

You Are The Apple of My Eye by Giddens Ko

Judul: You Are The Apple of My Eye
Penulis: Giddens Ko
Penerjemah: Stella Angelina & Fei
Penyunting: NyiBlo
Proofreader: Dini Novita Sari
Penerbit: Haru
Jumlah halaman: 350
Cetakan I: Februari 2014
*Buntelan dari Haru*


Novel ini adalah terjemahan mandarin pertama dari Penerbit Haru. Yay. Dan saya sangat berterima kasih telah diberi kesempatan untuk mencicipi terjemahan mandarin pertamanya ini. ^__^

You Are The Apple of My Eye adalah sebuah novel semibiografi dari penulisnya yang berkisah tentang kegigihan mencintai dan persahabatan. Topik utamanya memang tentang cinta, tetapi bumbu-bumbu persahabatan turut menambah rasa novel ini menjadi lebih menarik untuk diikuti pembaca.

Cinta adalah miniatur yang paling menggambarkan kehidupan banyak orang. Ada yang bilang cinta itu romantis, ada yang bilang cinta itu gila; ada yang selamanya tidak akan terlupakan, ada yang mengharukan; ada yang sehidup semati, ada yang berkhianat; ada yang dewasa, ada yang berharap dewasa. (hal. 201)

Ceritanya diawali dengan pendeskripsian karakter tokoh utama, Ke Jingteng (Keteng), dalam bentuk narasi. Pencitraan Keteng sebagai murid yang nakal pun dengan mudah dapat ditangkap oleh pembaca. Berlanjut ke cerita bagaimana tokoh Aku (Keteng) ini berkenalan lebih lanjut dengan teman sekelasnya yang bernama Shen Jiayi. Perkenalan Keteng dengan Jiayi berawal dari dipindahkannya tempat duduk Keteng ke depan Jiayi oleh Guru Lai. Pemindahan ini bertujuan agar Jiayi bisa membina Keteng menjadi murid yang lebih rajin dan tidak suka membuat keributan lagi.

Monday, November 04, 2013

Forgotten by Cat Patrick

Judul: Forgotten
Penulis: Cat Patrick
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Rina Wulandari
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 336
Cetakan ke-1: Oktober 2012
*Lupa beli dimana*


Novel ini sudah lama saya baca, tapi entah kenapa belakangan mood mereview sedang turun.

Cerita bermula dari London Lane yang ponselnya mati. Ponsel yang sangat membantunya mengingat hal-hal kecil yang bisa jadi penting. Eng, ya perlu diketahui, London ini memiliki keistimewaan bahwa dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi kemarin, apalagi kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarinnya lagi. Otaknya seolah ter-restart sendiri keesokan harinya. Dan ini terjadi setiap pukul 04.33. Jadi, London harus selalu menulis catatan setiap malam, apa yang terjadi hari itu, dan apa yang harus dia lakukan esok hari. Catatan ini yang membantunya menjalani kesehariannya agar terlihat lebih normal. Ah ya, meskipun tidak bisa mengingat apa yang terjadi di hari-hari kemarin, tapi London bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan, begitulah dia mengingat orang-orang di sekelilingnya.

Monday, October 21, 2013

Delirium #1

Judul: Delirium (Delirium #1)
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Vici Alfanani Purnomo
Penyunting: Prisca Primasari
Proofreader: Emi Kusmiati dan Yunni Y. M.
Penerbit: Mizan
Jumlah halaman: 518
Cetakan 1: Desember 2011
Harga: Rp 15.000
*Beli di bazaar Mizan Perpusda Bantul (kalo gak salah, pokoknya lokasinya ada di sebelah Masjid Agung Bantul)*



Cinta, ada kalanya dia akan menyelamatkan, tapi ada kalanya dia juga membahayakan. Selalu ada yang berkorban demi cinta, dan ada yang diselamatkan karena cinta. Bahagia, tawa, sedih, tangis, semua ada juga karena cinta. Cinta. Cinta. Cinta.

Namun, di dunia dengan settingan masa depan ini, cinta dianggap sebagai sebuah penyakit yang mematikan. Oleh karena itu, prosedur pembebasan manusia dari cinta dilaksanakan dan dianggap sebagai sebuah kewajiban ketika menginjak usia 18 tahun. Sebelum itu, interaksi lawan jenis bagi mereka yang belum disembuhkan dianggap sebagai sebuah pelanggaran karena dikhawatirkan akan membuat pelakunya terjangkit penyakit cinta. Tanpa cinta, ternyata manusia hidupnya kaku. Mereka hidup, tapi seolah tidak memiliki emosi apapun dalam dirinya.

Monday, September 02, 2013

Stardust - Serbuk Bintang

 

Judul: Stardust - Serbuk Bintang
Penulis: Neil Gaiman
Alih Bahasa: Femmy Syahrani Ardiyanto & Herman Ardiyanto
Desain & Ilustrasi Sampul: Satya Utama Jadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 256
Cetakan ke-4: April 2008
*Pinjam ke Lulu*


Apa yang terjadi jika tempat tinggalmu berbatasan dengan Negeri Peri? Inilah yang dialami oleh desa Tembok, mereka berbatasan dengan Negeri Luar Tembok yang tidak lain adalah Negeri Peri. Alkisah, di desa itu hidup seorang pemuda bernama Dunstan Thorn. Pada pekan raya yang kesembilan, dia bertemu dengan seorang gadis peri tak bernama di sebuah kios bunga. Pertemuan itu membawa perubahan sikap pada diri Dunstan. Orang-orang desa pun mengetahui ini akibat dari tenung peri. Tidak lama setelah pertemuannya dengan sang dara, Dunstan Thorn menikah dengan Deasy Hempstock, wanita pujaannya dari desa Tembok. Namun, ternyata tenung dari peri tersebut berefek pada lahirnya seorang anak laki-laki bernama Tristran. Anak itu tiba-tiba muncul di celah yang menghubungkan desa Tembok dengan Luar Tembok.

Tristran tumbuh menjadi pemuda yang pemalu, tetapi dia memiliki gadis incaran. Nama gadis itu adalah Victoria Forester. Suatu malam, Victoria datang ke tempat Tristran bekerja. Tristran pun menawarkan diri untuk mengantarnya pulang dan disetujui. Di dalam perjalanan, Tristran melontarkan rayuan-rayuannya untuk meluluhkan hati Victoria, wanita yang sejak lama diidamkannya. Lalu sampailah Tristran pada rayuan yang akan mengubah hidupnya. Membawakan bintang jatuh untuk Victoria Forester, demi mendapatkan cintanya.

Tuesday, June 25, 2013

Percy Jackson & The Olympians #1: The Lightning Thief

Judul: Percy Jackson & The Olympians - The Lightning Thief
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penyunting: Soehindrat a. Shinta
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 454
Cetakan ke-5: Mei 2010
Harga: Rp. 45.900
*Beli di bukukita.com*


Hidup dengan label "anak bermasalah" tidak pernah mudah, terutama di sekolah. Begitu pula dengan kehidupan Percy Jackson, seorang siswa asrama di Akademi Yancy, sekolah bagi anak-anak bermasalah di kawasan New York Utara. Dalam sebuah karyawisata, Bu Dodds -gurunya- tiba-tiba berubah menjadi monster yang menakutkan, tapi Percy berhasil mengalahkan monster itu dengan bantuan pena yang berubah menjadi pedang dari Pak Brunner -guru Percy juga-.
"Aku menyambar pena itu dari udara, tetapi ketika mengenai tanganku, benda itu bukan pena lagi. Benda itu menjadi pedang -pedang perunggu milik Pak Brunner, yang selalu digunakannya pada hari turnamen." - (h. 15)
Di liburan musim panas, Percy pulang ke rumah ibunya tanpa menceritakan kejadian aneh yang baru ia alami di museum. Dia diajak pergi ke Montauk. Sampai di Montauk, Grover -sahabat Percy-, menyusul mereka dalam wujud aslinya, seorang satir. Mereka bertiga pun memutuskan untuk pergi ke Bukit Blasteran. Ada manusia banteng yang mengejar dan ingin membunuh Percy. Namun, Percy berhasil mengalahkan monster itu. Dalam pertempurannya dengan si manusia-banteng, ibu Percy menjadi korban. Setelah dicengkeram di bagian leher oleh si monster, dia berpendar, lalu lenyap.

Percy dan Grover berhasil memasuki Bukit Blasteran. Di sana dia mendapati fakta bahwa Pak Brunner adalah seorang centaurus yang bernama Chiron dan membunuh -setidaknya melenyapkan sementara, karena makhluk-makhluk ini tidak bisa mati- Minotaurus adalah sebuah prestasi besar. Percy juga berkenalan dengan Annabeth, anak Athena. Awalnya Percy ditempatkan di pondok sebelas, dengan predikat "yang belum ditentukan" karena tidak ada yang tahu, dia anak dari dewa mana. Di pondok sebelas, Percy dikenalkan dengan Luke, anak Hermes, yang juga konselor di pondok itu. Luke sangat baik terhadap Percy.

Percy dituduh mengambil petir asali milik Zeus, karenanya ia ditugaskan untuk mengembalikan senjata tersebut sebelum titik balik musim panas. Percy melaksanakan tugasnya ditemani Annabeth dan Grover. Mereka memiliki waktu sepuluh hari. Sanggupkah para remaja ini melaksanakan tugasnya? Kalau bukan Percy, lalu siapa yang mencuri senjata milik Zeus tersebut? Ikuti perjalanan Percy dan teman-temannya dalam The Lightning Thief.
"Waktunya tinggal sedikit," kata Chiron. "Kurasa, kalian semua harus berkemas." - (h. 182)


Membaca versi buku dari film yang pernah kita tonton sebelumnya seharusnya mengingatkan kita akan pemeran-pemeran bahkan adegan-adegan di dalamnya. Namun, bukan ini yang saya alami. Saya justru lupa, seperti apa wajah orang yang memerankan tokoh-tokohnya, dan hanya satu adegan yang saya ingat betul, yaitu adegan pertarungan antara Percy dan kawan-kawan dengan Medusa. Selebihnya justru beberapa adegan dalam film lain yang muncul dalam benak saya. *plak*

Ok, back to the book. Hm, saya tipikal pembaca yang kurang suka jika buku terjemahan diartikan dalam bahasa yang tidak baku, seperti novel fantasi ini. Namun, perlu saya akui, dengan gaya penerjemahan yang seperti ini, sensasi humor dari kisahnya sangat terasa. Pun ada satu scene yang menceritakan Percy sedang berbincang dengan anak seusianya yang berlogat jadul. Aneh rasanya, tapi kocak. Terlihat totalitas penerjemah dalam menerjemahkan karya Rick Riordan ini.

Salah satu keunikan buku ini adalah di awal pembaca sudah diberikan peringatan yang justru akan membuat mereka tidak akan berhenti membaca sampai di situ saja. Ini juga terjadi pada diri saya. Kata-kata tersebut seolah menantang pembacanya untuk menjelajah halaman demi halaman novel ini. Terus dan terus sampai selesai. Pov orang pertamanya seakan mengajak pembaca mendengarkan cerita Percy secara live dan mengajak mereka merasakan sensasi petualangan yang Percy alami dengan appropriate pace. Belum lagi deskripsi setting tempat, waktu, dan suasananya.

Saya suka karakter tokoh utamanya, Percy Jackson. Di sini dia tipikal orang yang diam-diam menghanyutkan. Sama sekali tidak ambisius. Dia pun menunjukkan sikap bijaksananya dan pandai menganalisis sesuatu. Setidaknya, julukan otak ganggang yang diberikan Annabeth tidak sepenuhnya benar, hehe. Penulis telah berhasil memperkenalkan tiap-tiap tokohnya dengan baik, juga nama dewa-dewi dalam mitologi Yunani beserta tugas/kekuasaan mereka.

My Rate:


Literary Awards:
School Library Journal Best Book of the Year (2005), New York Times Notable Book (2005), Young Readers' Choice Award (2008), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award (2009), Askews Torchlight Award (UK) Winner South Carolina Book Award for Junior Book Award (2008), Grand Canyon Reader Award for Tween Book (2008), Nene Award (2008), Massachusetts Children's Book Award (2008), Sunshine State Young Readers Award for Grades 6-8 (2007), Pacific Northwest Library Association Young Reader's Choice Award for Intermediate (2008), Iowa Teen Award (2009), Abraham Lincoln Award Nominee (2009), Chicago Public Library Best of the Best Books List, American Library Association (ALA) Notable Book (2005)

Tuesday, June 18, 2013

Warm Bodies

Judul: Warm Bodies
Penulis: Isaac Marion
Penerjemah: Meda Satrio
Pemeriksa aksara: Uly Amalia
Jumlah halaman: 376
Penerbit: Ufuk Fiction
Cetakan ke-2 Januari 2013
Harga: Rp. 49.900
*Beli di Gramedia Golden Trully*

"... ironisnya menjadi zombi adalah segalanya lucu, tapi kau tidak bisa tersenyum karena bibirmu sudah busuk." - (halaman 13)
R sudah mati, dia adalah seorang zombi. Meskipun dia tidak menikmati kegiatan makannya, tapi dia butuh makan, dan dia menyukai sensasi "rasa" otak. Dia menyukai sensasinya memiliki ingatan, meskipun itu bukan ingatan miliknya. M juga zombi, memiliki hubungan yang cukup dekat dengan R. Dia menikmati kehadiran wanita, tapi juga meremehkan kehadiran mereka. M berpakaian jins sobek-sobek dan kaos putih polos. Dia bersosok tinggi besar, berjanggut, tapi botak.

R sedang sangat lapar dan mengajak M serta beberapa zombi lain yang kelaparan pergi ke kota. Dalam perburuan ini, R berhasil memakan otak seorang pemuda, namanya Perry Kelvin. Seketika berkelebat dalam imajinya memori-memori milik Perry. Melalui penglihatan ini dia mengenali Julie, kekasih Perry, yang sedang meringkuk di sudut dan terisak. Saat itu juga ada sesuatu yang mendesaknya untuk tidak memakan Julie, justru R bertekad untuk menjaga Julie tetap aman di dekatnya. Oleh karena itu, di sana R melumuri Julie dengan darah Kaum Mati untuk menyembunyikan aroma kehidupannya dan membawanya ke pesawat, tempatnya menyendiri.
"Kita harus mengingat segalanya. Kalau tidak, saat kita dewasa, semua itu akan hilang selamanya." (Julie - halaman 51)
Setelah beberapa lama Julie tinggal di lingkungan Kaum Mati, dia ingin pulang. R pun bersedia mengantar Julie pulang. Di tengah jalan, para Tulang menghambat mereka. R mencoba menjelaskan, tetapi sepertinya sia-sia. Dia -dengan menarik Julie- memutuskan untuk menerobos barisan para Tulang, dibantu oleh M. R mengemudikan Mercey -Julie yang menamakan mobil itu- menuju kota. Hujan pun turun, mereka memutuskan untuk bermalam di sebuah rumah. Keesokan harinya Julie bersiasat dan meninggalkan R di rumah itu.

M ternyata diusir oleh para Tulang dari lingkungan Kaum Mati. Dan dia bersama beberapa orang lainnya. R bertemu mereka dan menyatakan bahwa dia ingin menyusul Julie. M dan zombi lain bersedia membantu R masuk ke stadion. Rencananya adalah R berpura-pura menjadi Kaum Hidup yang sedang dikejar-kejar sekawanan zombi dan masuk ke stadion untuk meminta perlindungan. Strategi ini berhasil. R menemui Julie di rumahnya.

Karena insiden pembunuhan seorang penjaga oleh R, Kaum Hidup di stadion segera mencurigai adanya seorang zombi yang berhasil masuk stadion. Mereka pun memburu R. Julie membantu R keluar dari stadion. Sebelumnya, R merasakan seolah dia sedang berproses menuju suatu perubahan. Entah mengapa dia merasakan tanda-tanda Kaum Hidup dalam dirinya, misalnya mengalami mimpi -sesuatu yang sama sekali tidak dimiliki Kaum Mati. Lalu R memutuskan sesuatu, bahwa dia ingin bernapas lagi, ingin hidup. Julie pun bersedia membantunya. Berhasilkah misi mereka? Baca kelanjutannya dalam Warm Bodies, sebuah kisah roman antara yang hidup dan yang telah mati.
"Semua yang kau lihat, kau mungkin sedang melihatnya untuk kali terakhir." (Julie - halaman 139)

***
Banyak yang bilang kalau novel ini mengekor karya Stephanie Meyer, Twilight Saga. Saya mengakui itu, plot besarnya memang sama, kisah cinta antara manusia dan bukan manusia. Namun, tetap saja, tiap novel menceritakan ceritanya dengan kekhasannya masing-masing, even plot utamanya sama, tapi dalam detilnya pasti berbeda.

Warm Bodies dikisahkan oleh Isaac Marion dengan sudut pandang R dan Perry Kelvin. Narasinya cukup menghibur, ada joke-joke ringan di dalamnya. Dan banyak yang quoteable. Di bagian awal dijelaskan dengan begitu detil tentang diri R, sehingga pembaca dapat benar-benar mengenal sosok R, si zombi yang kehilangan jati dari, tanpa ekspresi, dan juga kehilangan kemampuan membacanya. :D

Penulis menggunakan alur maju dan mundur. Dari awal, penulis menggunakan POV R untuk menceritakan alur maju, dan POV Perry Kelvin untuk flashback ke masa lalu Perry. Tapi di bagian agak-agak belakang, jiwa Perry suka berdialog dengan R, membuat saya cukup bingung pada awalnya. Tapi setelah terbiasa dengan sistem penceritaannya, saya dapat memahami dialog antara mereka berdua.

Dalam novelnya ini, penulis berhasil memberikan peran kepada setiap tokohnya secara proporsional. Tidak ada tokoh yang terlalu mendominasi isi cerita, meskipun lebih banyak diceritakan tentang R, Julie, dan cukup banyak Perry, itupun masih dalam batas wajar karena merekalah tokoh sentral dalam novel ini.

Hal yang cukup mengganggu adalah banyaknya komentar yang dicantumkan dalam halaman-halaman awal novel ini, yang menghabiskan lima halaman hanya berisi komentar untuk novel ini. Mencantumkan komentar dari penulis lain maupun majalah sebenarnya sah-sah saja, tapi tidak perlu terlalu banyak saya rasa. Selain itu, ada sedikit salah ketik di dalamnya. Berikutnya, ada beberapa kata yang terjemahannya kurang pas atau bahkan tidak perlu diterjemahkan, misalnya "para Tulang". Lebih cocok kalau di terjemahannya tetap disebut "Bonies".
"Menulis bukan hanya huruf-huruf di atas kertas. Menulis adalah komunikasi. Menulis adalah ingatan." (Kolonel Rosso - halaman 222)

My Rate:
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...