Showing posts with label historical fiction. Show all posts
Showing posts with label historical fiction. Show all posts

Thursday, October 02, 2014

Pengikat Surga by Hisani Bent Soe



Judul: Pengikat Surga
Penulis: Hisani Bent Soe
Editor: Said Kamil
Desain: Rendra T. H.
Penerbit: Tinta Medina
Jumlah halaman: 395
Cetakan pertama: April 2011
*Pinjam dari Mbak Ziy*


Buku ini sebenarnya sudah sejak lama dipinjamkan oleh Mbak Ziy, bersamaan dengan pinjaman buku Rose dan hibahan buku Catatan Musim. Walaupun demikian, saya baru sempat membacanya beberapa bulan lalu. Pengikat Surga menjadi buku fiksi histori Islam yang pertama saya baca, meskipun sebelumnya saya sudah memiliki buku fiksi histori Islam lain yang berjudul Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan. Rupanya buku ini adalah buku pertama dari trilogi kisah Asma binti Abu Bakar. Namun, saya tidak mendapat info apa judul buku kedua dan ketiganya. Hanya ada lanjutan ceritanya di blog penulis.

Pengikat Surga berkisah dengan latar awal dakwah Rasulullah, tapi tokoh utamanya adalah Asma binti Abu Bakar. Pembaca mungkin sudah tahu bahkan hafal penggalan-penggalan kisah kenabian Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Akan tetapi jika diceritakan dari sisi Asma, bagaimana jadinya?

Friday, January 24, 2014

The Empress of Ice Cream by Anthony Capella

Judul: The Empress of Ice Cream - Semanis Es Krim
Penulis: Anthony Capella
Alih bahasa: Gita Yuliani
Editor: Tatyana Soebianto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 552
Cetakan I: Juni 2013
*Hadiah giveaway-nya Mbak Luna*


Awalnya Carlo Demirco hanya seorang pemagang biasa bagi pembuat es krim kerajaan di Italia. Sebagai seorang pemagang, tentu dia tidak berhak membuat inovasi apa pun dari es yang dibuatnya. Namun, pada malam harinya secara diam-diam dia selalu bereksperiman membekukan banyak bahan makanan. Suatu ketika, ia bertemu dengan Lucian Audiger, orang Prancis. Audiger lah yang mengajak Demirco pergi ke Prancis dan memulai hidup baru sebagai seorang confectioner Kerajaan Perancis.

Tidak ada yang memberitahuku apa yang tidak bisa kulakukan: bahkan dalam waktu singkat sudah jelas bahwa sesuatu yang baru adalah bagian penting dari layanan yang diberikan Audiger dan diriku. Setiap kali Raja mengadakan jamuan makanan atau piknik, satu meja disediakan untuk kami isi. (hal. 45)

Di istana, Carlo menjalin hubungan dengan seorang nyonya istana, Olympe de Soissons. Bukan hubungan yang didasarkan pada cinta, melainkan pemuas nafsu belaka. Di sana pula, dia bertemu dengan seorang dayang-dayang dari istri adik Louis XIV bernama Louise de Keroualle. Carlo pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Lousie hanya boleh menikah dengan keturunan bangsawan.

Friday, September 27, 2013

Shin Suikoden #1

Judul: Shin Suikoden
Penulis: Eiji Yoshikawa
Koordinator penerjemah: Mikihiro Moriyama
Penerjemah: Jonjon Johana
Penyunting: Tim Khansa
Penerbit: Kansha Books
Jumlah halaman: 488
Cetakan: Januari 2011
*Pinjem ke Mbak Lilis*



Kisah berawal dari malapetaka yang terjadi di benua kuning Cina (dulu disebut negara Dai Sou) kira-kira 900 tahun yang lalu. Di negara itu, beberapa tahun belakangan tanamannya tidak berbuah baik, penyakit pun mewabah, banyak orang kelaparan, mayat-mayat dibuang di jalan dan dibiarkan begitu saja, serta malapetaka lainnya. Untuk itu, Sang Kaisar memerintahkan jenderal besarnya yang bernama Kou Shin untuk  pergi ke Kuil Jou Sei di Provinsi Kou Sei. Di sana, Jenderal Kou diperintahkan untuk meminta Pendeta Besar Kyo Sei berdoa agar terhapus kesengsaraan rakyatnya. Sayangnya, pendeta besar sedang berada di puncak Gunung Ryu Kou. Setelah menyelesaikan misinya ke Gunung Ryu Kou, diadakan pesta besar-besaran di Kuil Jou Sei. Di mana ada pesta besar, di situ tentu ada arak. Jenderal Kou pun mabuk dan memaksa untuk membuka pintu terlarang tempat 108 bintang bersemayam. Karena sudah sangat mabuk, Jenderal Kou pun lepas kendali dan berhasil membukanya, lalu terbanglah 108 bintang ke seluruh penjuru.

Di sini, 108 bintang jahat yang terlepas dari kekangan turun ke dunia manusia, satu demi satu bintang-bintang itu menjelma menjadi manusia dan membentuk benteng Ryou Zan Paku, tempat berkumpulnya 108 jawara yang hampir menghancurkan Dinasti Sou. (h. 34)

Dalam buku ini diceritakan kehidupan beberapa orang yang (dalam tebakan saya) termasuk 108 jawara itu, bintang jahat bagi pemerintah--yang suka menyengsarakan rakyat.

Wednesday, August 14, 2013

Wishful Wednesday #16

Saya...penyuka...kopi...Tapi, jangan tanya soal kopi-kopi di kafe-kafe mahal ya. Belum pernah ngerasain. Level saya cuma coffeemix atau white coffee sachetan, yaa mentok-mentok beli hop-hop rasa cappuccino. Hehehehe. Dalam satu hari kerja biasanya sih cuma minum satu sachet atau satu cangkir aja, maksimal dua kalau lagi perlu. Minum kopinya libur saat hari libur, kecuali kepepet. Inilah kenapa di kesempatan yang berbahagia ini, saya menginginkan buku Anthony Capella yang berjudul The Various Flavours of Coffee - Rasa Cinta dalam Kopi masuk ke dalam rak buku saya (dan saya baca tentunya!).

Kok kesempatan yang berbahagianya digarisbawahi, Nis?

Soalnya bagian itu penting! Gimana gak penting, kalau di even Wishful Wednesday kali ini ada giveawaynya. Iya. GIVEAWAY! Jadi, dalam rangka memperingati hari lahirnya Books To Share, Mbak Astrid mau bagi-bagi hadiah untuk blogger yang ikut even ini. Kesempatannya cuma hari ini lho... =)

Balik lagi soal Rasa Cinta dalam Kopi, kalau Mbak Astrid mau beliin, bisa via bukabuku lho. Penampakan bukunya bisa dilihat di goodreads bawah ini.

Friday, July 19, 2013

Avalon High

Judul: Avalon High
Penulis: Meg Cabot
Alih bahasa: Caecilia Dian Pratiwi
Desain sampul: Rizki Arnosa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 312
Cetakan kedua: April 2011
Harga: Rp 26.250 (diskon 25%)
Beli di: Gramedia Golden Trully


Reinkarnasi adalah sebuah konsep bahwa seseorang yang sudah meninggal tidak hilang begitu saja, dia akan kembali hadir di kehidupan yang lain, kehidupan beberapa waktu setelah kematiannya. Mungkin inilah yang dialami oleh beberapa siswa, bahkan guru, di SMA Avalon.

"SA (SMA Avalon) lebih kecil daripada sekolah lamaku, tapi fasilitas di sini lebih bagus dan sekolahnya punya lebih banyak uang, jadi aku tidak betul-betul mengeluh." (h. 35)

Elaine Harrison adalah gadis jangkung, anak dari dua orang profesor. Ya, kedua orang tuanya memang profesor, tepatnya medievalist, ahli sejarah abad pertengahan. Saat ini mereka sedang menjalani sabatikal, yaitu semacam cuti untuk mengikuti sebuah program penelitian demi kepentingan akademis. Orang tuanya memberi nama Elaine karena mendapat inspirasi dari sebuah karya sastra yang di dalamnya terdapat tokoh bernama Lady of Shalott alias Lady Elaine. Elaine sangat hobi mengapung di kolam renangnya sambil membaca. Selain itu, dia juga seorang atlet lari. Di SMA Avalon, dia bertemu dengan seorang cowok populer bernama A. William Wagner (Will), orang yang pernah dilihatnya berdiri di jurang. Sayangnya Will sudah memiliki kekasih yang bernama Jennifer Gold, seorang cheerleader. Meskipun Elaine tidak menyangkal bahwa ia menyukai Will, tapi Elaine tetap merasa tidak percaya diri, terlebih ketika dibandingkan dengan Jennifer, bagai bumi dan langit. Meskipun Elaine menyukai Will, tapi rupanya teman-temannya mengira bahwa dia menyukai Lance, sahabat Will. 

"... Tidak ada yang bisa menyakiti A. William Wagner dan lolos kalau sahabatnya, Lance, selalu membelanya." (h. 117)

Monday, February 11, 2013

The Secret Life of Bees

Judul: The Secret Life of Bees
Penulis: Sue Monk Kidd
Penerjemah: Endah Sulistyowati
Editor: Ayuning, Gita Romadhona
Penerbit: Gagas Media
Jumlah halaman: 428
Tahun terbit: 2012


Lily Owens adalah seorang anak usia 14 tahun yang tinggal bersama ayahnya, T. Ray-tanpa kehadiran sang Ibu dan seorang pengasuh negronya, Rosaleen Daise. Ayahnya memiliki usaha perkebunan persik. Ibunya, Deborah Fontanel sudah lama meninggal sejak usianya 4 tahun karena kecelakaan pistol, setidaknya itulah yang diingatnya.

Suatu sore, Lily memergoki Rosaleen begitu tertarik dengan tayangan televisi. Ternyata saat itu sedang disiarkan penandatanganan Undang-Undang Hak Sipil oleh Presiden Amerika Serikat. Rosaleen memutuskan untuk pergi ke Kota Sylvan dan mendaftarkan diri untuk memberikan suara pada perayaan empat Juli esok harinya, ditemani Lily yang juga ingin keluar rumah pada hari ulang tahunnya.

Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan tiga orang pria yang sedang bermain kartu. Mereka menghina Rosaleen dan karena marah, Rosaleen menuangkan isi kotak penampung ludah tembakaunya ke sepatu mereka. Akhirnya Rosaleen dipukuli oleh pria-pria itu. Saat polisi datang, dia justru menangkap Lily dan Rosaleen. Lily tidak berada lama di kantor polisi karena T. Ray segera membawanya pulang. Tapi sesampainya di rumah, mereka bertengkar dan T. Ray mengatakan kalau yang sebenarnya terjadi di masa lalu adalah Deborah kabur meninggalkan Lily dan pada hari ia meninggal, kembali hanya untuk mengemasi barang-barangnya.

Bimbang, gelisah, Lily seolah mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya pergi dari rumah. Dan, ia melakukannya, menghampiri Rosaleen yang ternyata sudah dipindahkan ke rumah sakit karena (katanya) jatuh dan terluka. Lalu mereka kabur dari rumah sakit dan menuju Tiburon, kota yang mirip Sylvan, tapi tanpa kebun persik. Kota yang tertulis di belakang foto Maria berkulit hitam, peninggalan ibu Lily. Foto tersebut mengarahkan mereka pada tiga orang wanita pemilik peternakan lebah, produsen Madu Black Madonna, yaitu August, May, dan June.
"Maksud perkataan May adalah ketika tiba waktunya untuk mati, maka matilah, dan ketika tiba waktunya untuk hidup, maka hiduplah. Jangan menjadi orang yang setengah-setengah dalam hidup, tetapi jalanilah kehidupan itu secara utuh, seolah kau tidak takut." (halaman 279)

Bagaimana kelanjutan kisah perjalanan Lily dalam mencari jati diri ibunya? Benarkah ibunya dulu pergi meninggalkannya?

***

Sang Ratu adalah kekuatan yang menyatukan komunitas; jika sang Ratu dipindahkan dari sarang, para pekerja bisa merasakan ketidakhadirannya dengan cepat. Setelah beberapa jam, atau bahkan kurang dari itu, mereka akan menunjukkan tanda-tanda tidak adanya kepemimpinan.

Kata-kata di atas adalah salah satu dari kutipan-kutipan mengenai kehidupan lebah yang digunakan oleh Sue Monk Kidd di tiap awal bagian. Saya akui memang banyak kalimat yang dapat dikutip dari buku ini. Termasuk kutipan kehidupan lebah di atas. Kalau mau diselami, kutipan-kutipan yang ada di dalam buku ini sangat bisa diambil hikmahnya untuk kehidupan keseharian kita. Nilai plus lagi, cukup banyak pengetahuan tentang dunia peternakan lebah yang dapat pembaca nikmati. Ditambah, pengetahuan tentang situasi yang terjadi di Amerika sana saat rasialisme masih terjadi. I got the feelin, seriously.

Seperti biasa, saya senantiasa memiliki ekspektasi tertentu atas buku yang akan saya baca. Dan kali ini ekspektasi saya ada soal judul dengan isinya. Saya pikir di dalam buku ini penulis akan menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan falsafah hidup lebah. Ternyata tidak, hehe. Novel ini lebih menceritakan tentang proses pencarian fakta masa lalu seorang ibu oleh anak perempuannya. 

Alurnya berjalan cukup lambat, dengan POV orang pertama. Dari sini pembaca dapat merasakan kelabilan tokoh utama, Lily. Saya bisa maklum sih karena usianya yang masih belasan itu dan (mungkin) karena kondisi keluarganya yang, yeah, tanpa ibu dan dengan ayah yang seperti bukan ayahnya. Anyhow, tetep aja kalau pas baca pemikiran-pemikiran Lily yang lagi kumat labilnya bikin gemes. :D

Satu lagi kekurangannya, yaitu ada banyaknya typo dalam edisi yang diterbitkan oleh Gagas Media. Selain typo, penggunaan EYD-nya juga beberapa ada yang kurang pas, termasuk penggunaan tanda bacanya. Pun pemilihan katanya ada yang kurang pas, misalnya di halaman 19.
"Yah sebenarnya, aku berpura-pura mengerang, tetapi di dalam hati aku terlonjak senang..."
Err, mengerang??

Yap, akhir kata, saya memberikan nilai....


"Kami hidup untuk madu. Kami menelan sesendok madu setiap pagi untuk membangunkan kami dan sesendok lagi setiap malam untuk membantu kami tidur." (halaman 113)

Wednesday, January 09, 2013

Wishful Wednesday #4

Hola! Ini kali keempat saya ikutan meme Wishful Wednesday. Meme yang sedikit banyak membantu saya listing buku-buku yang maunya saya miliki, semacam curhat wishlist lah. :p

Kali ini saya mengincar bukunya Tasaro G.K yang berjudul "Muhammad: Lelaki Pengenggam Hujan". Bolak-balik toko buku besar tidak membuat saya sekalipun berhasil memboyong buku ini pulang. Banyak alasan, yang bukunya tebal lah, mahal lah, dan sebagainya. I challenge myself to have this book in 2013! Hello world, note this! *gaya* (Aslinya: Beliin gue doooongg, anyone, pleeeease..) hahaha.

Ada sih ebooknya, tapi kan gak enak baca ebook, iya kan? iya kan? *maksa*


Kenapa saya pengen baca buku ini? Karena "katanya" buku ini bagus. Nah, saya tipikal orang yang agak gampang terpengaruh sama rekomendasi orang lain. Jadilah saya penasaran, sebagus apa sih? Selain itu, ternyata di goodreads, di antara buku-buku Tasaro lainnya, buku ini yang paling banyak dirating, dan yang paling tinggi ratingnya. Jadilah tambah penasaran sama buku ini.. :')

Sinopsis:  
Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cari dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yatsrib, sang Kota Cahaya.

Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad.

Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hinga Tibet.



  
Mau ikutan meme ini juga? Begini caranya:


  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Friday, January 04, 2013

Friday Recommendation #4

Jum'at pertama di tahun 2013. Saatnya ikutan FR. Di blog host-nya sih udah sampe edisi 14, kalau di sini baru sampe edisi 4 nih, hehe. Yah, beda-beda tipis lah, sama-sama ada angka empatnya.

Syarat join meme FR:
1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.


2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.

3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.

4. Posting button meme ini.




 

5. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog di daftar linky di bagian paling bawah post FR di blog kak Ren, sehingga pembaca bisa blog walking.

6. Untuk pembaca blog yang tidak punya blog, bisa menulis rekomendasinya di kolom komen.
Pekan ini saya mau rekomen buku ini untuk diterjemahkan:
 

Sinopsis dari Goodreads:
I have two weeks. You’ll shoot me at the end no matter what I do.

That’s what you do to enemy agents. It’s what we do to enemy agents. But I look at all the dark and twisted roads ahead and cooperation is the easy way out. Possibly the only way out for a girl caught red-handed doing dirty work like mine — and I will do anything, anything, to avoid SS-Hauptsturmführer von Linden interrogating me again.

He has said that I can have as much paper as I need. All I have to do is cough up everything I can remember about the British War Effort. And I’m going to. But the story of how I came to be here starts with my friend Maddie. She is the pilot who flew me into France — an Allied Invasion of Two.

We are a sensational team.
***

Dari sinopsis di atas mungkin sudah terbaca kalau cerita di buku ini setting waktunya adalah jaman perang. Yap, buku bergenre Historical Fiction ini memang settingnya pada masa Perang Dunia ke-2. Ada yang masih ingat perang antara siapa dengan siapa? ^^

Ada dua tokoh sentral di dalamnya, dan mereka adalah perempuan, wanita-wanita perkasa yang terjun langsung di pertempuran ganas tingkat dunia. Maddie dan Queenie, dua orang sahabat yang latar belakang keluarganya jauh berbeda. Seperti namanya, Queenie dibesarkan di keluarga kerajaan Skotlandia, sedangkan Maddie hanyalah cucu seorang pemilik toko sepeda. Maddie tergila-gila untuk menjadi seorang pilot wanita, sedangkan Queenie sangat fasih berbahasa Jerman dan Perancis serta sangat lihai "bermain peran" a.k.a menjadi mata-mata. Meskipun mereka hanya memiliki sedikit persamaan, tapi persahabatan mereka sangat kuat.

Kenapa saya rekomendasikan? Salah satunya karena buku ini termasuk unik. Jarang ada buku historical fiction yang tokoh utamanya wanita. Selain itu, ternyata buku ini mampu menyabet beberapa penghargaan, yaitu  School Library Journal Best Book of the Year (2012), Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fiction (2012), Scottish Children's Book Award Nominee for Older Readers 12-16 (2012), Boston Globe/Horn Book Award Honor Book for Fiction (2012), Publisher's Weekly Best Books for Children's Fiction (2012), dan Amazon Best Books of the Year for Teen Fiction (2012). *applause*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...