Showing posts with label Mizan Fantasi. Show all posts
Showing posts with label Mizan Fantasi. Show all posts

Monday, October 13, 2014

I Am Number Four by Pittacuse Lore

Judul: I Am Number Four
Penulis: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Penyunting: Esti A. Budihabsari
Proofreader: Ocllivia Dwiyanti P.
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 500
Cetakan I: Januari 2011











Pertama kali tahu soal I Am Number Four ini dari junior di kampus yang waktu itu punya filmnya. Setelah dibilangin kalau ada bukunya, sejak saat itu saya merasa penasaran, seperti apa gaya cerita penulis. Baru deh tahun kemarin (kalau tidak salah ingat) saya berhasil punya novel ini dari clearance sale-nya Teh Nisa yang digelar di twitter & tokobagus.

Four adalah seorang alien dari Planet Lorien. Planet Lorien isinya tidak jauh berbeda dengan bumi. Si manusia planetnya pun mirip banget sama manusia bumi. Four adalah anak keempat yang meninggalkan planet. Anak keempat dari sembilan anak yang diselamatkan bersama para cepannya. Merekalah para Garde. Dia datang ke bumi dalam rangka melanjutkan hidupnya dan "ngumpet" sementara dari para Mogadorian yang sudah menghancurkan planetnya dan membunuh para pejuang planet. Four hidup nomaden bersama seorang cepan dan berganti-ganti nama serta identitas lain.

Friday, September 19, 2014

Divergent by Veronica Roth

Judul: Divergent (Divergent #1)
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penyunting: Esti Budihabsari
Proofreader: Emi Kusmiati
Penerbit: Mizan
Jumlah halaman: 540
Cetakan keempat: Mei 2014


Ini adalah kisah di era setelah perang nuklir. Untuk mencegah terjadinya perang yang terus menerus, diputuskan untuk membagi manusia menjadi lima faksi sesuai kecenderungan mereka; Amity (cinta damai), Erudite (haus akan ilmu pengetahuan), Candor (menjunjung tinggi kejujuran & tidak pernah berbohong), Abnegation (membantu sesama & tidak egois), dan Dauntless (pemberani).

Adalah Beatrice Prior, seorang gadis dari faksi Abnegation, telah memasuki masa-masa pemilihan faksi mereka, apakah tetap bertahan di faksi lama atau memilih faksi baru. Sebelum itu, diadakan tes kecakapan untuk mengetahui kecenderungan pemuda-pemudi generasi baru di sana. Hasil tes kecakapan Beatrice adalah Divergent, karena dia memiliki kecenderungan di tiga faksi, yaitu Erudite, Abnegation, dan Dauntless. Namun, hasil ini dirahasiakan karena ketahuan sebagai Divergent berarti mati. Orang-orang Divergent disebut berbahaya karena dianggap akan merusak tatanan faksi yang sudah ada, maka harus dibinasakan.

Sunday, July 06, 2014

Percy Jackson & The Olympians #3: The Titan's Curse by Rick Riordan

Judul: The Titan's Curse (PJO #3)
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Nuraini Mastura
Penyelaras aksara: Tendy Yulianes
Penata aksara: garislingkar
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 397
Cetakan VI: September 2013
Harga: Rp 49.300
*Beli di bukabuku.com*


Sementara itu, kukirimkan pikiran-pikiranku bak orang gila--apa pun untuk mendapat perhatian Grover: Grover! Apel-apel! Kaleng timah, kaleng timah! Cepatlah bawa p*nt*t kambing berbulumu kemari dan bawa serta beberapa teman bersenjata lengkap! (hal. 24)

Percy, Annabeth, dan Thalia pergi ke Asrama Westover, tempat Grover menemukan dua orang blasteran kakak beradik, Bianca dan Nico di Angelo. Nyatanya di sana telah bersiaga seekor (?) monster yang menyamar menjadi guru asrama, yaitu Dr. Thorn. Pertarungan pun tak dapat dihindari. Bala bantuan datang, dari para Pemburu dan Dewi Artemis. Ketika sang monster ingin menyerang Thalia dan Percy, Annabeth langsung menggelayuti punggung monster sambil menusukkan belatinya. Para Pemburu pun memanah monster itu. Sang monster, yang adalah manticore, limbung dan jatuh ke laut bersama Annabeth lalu mereka menghilang.

Friday, December 06, 2013

How To Train Your Dragon

Judul: How To Train Your Dragon #1
Penulis: Cressida Cowell
Penerjemah: Muthia Dharma
Penyunting: Maria M. Lubis
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 254
Cetakan I: Maret 2010
Harga: Rp 27.300
*Beli di Mizan Store, udah lama bingit*



Buku yang kubaca ini berasal dari tulisan Hiccup Horrendous Haddock III yang kemudian diterjemahkan oleh Cressida Cowell. Hiccup adalah ahli waris tahta Suku Hooligan. Yep, dia adalah anak sang kepala suku. Hiccup dan sembilan orang anak laki-laki lain harus lulus ujian Program Penerimaan Awal dengan menangkap naga. Nah, alih-alih menangkap naga yang dikhususkan bagi anak sang kepala suku, Hiccup hanya menangkap seekor Naga Kebun atau Naga Biasa dengan ukuran LUAR BIASA kecil. Naga kecil itu juga ternyata belum bergigi.

Monday, November 04, 2013

Forgotten by Cat Patrick

Judul: Forgotten
Penulis: Cat Patrick
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Rina Wulandari
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 336
Cetakan ke-1: Oktober 2012
*Lupa beli dimana*


Novel ini sudah lama saya baca, tapi entah kenapa belakangan mood mereview sedang turun.

Cerita bermula dari London Lane yang ponselnya mati. Ponsel yang sangat membantunya mengingat hal-hal kecil yang bisa jadi penting. Eng, ya perlu diketahui, London ini memiliki keistimewaan bahwa dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi kemarin, apalagi kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarinnya lagi. Otaknya seolah ter-restart sendiri keesokan harinya. Dan ini terjadi setiap pukul 04.33. Jadi, London harus selalu menulis catatan setiap malam, apa yang terjadi hari itu, dan apa yang harus dia lakukan esok hari. Catatan ini yang membantunya menjalani kesehariannya agar terlihat lebih normal. Ah ya, meskipun tidak bisa mengingat apa yang terjadi di hari-hari kemarin, tapi London bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan, begitulah dia mengingat orang-orang di sekelilingnya.

Monday, October 21, 2013

Delirium #1

Judul: Delirium (Delirium #1)
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Vici Alfanani Purnomo
Penyunting: Prisca Primasari
Proofreader: Emi Kusmiati dan Yunni Y. M.
Penerbit: Mizan
Jumlah halaman: 518
Cetakan 1: Desember 2011
Harga: Rp 15.000
*Beli di bazaar Mizan Perpusda Bantul (kalo gak salah, pokoknya lokasinya ada di sebelah Masjid Agung Bantul)*



Cinta, ada kalanya dia akan menyelamatkan, tapi ada kalanya dia juga membahayakan. Selalu ada yang berkorban demi cinta, dan ada yang diselamatkan karena cinta. Bahagia, tawa, sedih, tangis, semua ada juga karena cinta. Cinta. Cinta. Cinta.

Namun, di dunia dengan settingan masa depan ini, cinta dianggap sebagai sebuah penyakit yang mematikan. Oleh karena itu, prosedur pembebasan manusia dari cinta dilaksanakan dan dianggap sebagai sebuah kewajiban ketika menginjak usia 18 tahun. Sebelum itu, interaksi lawan jenis bagi mereka yang belum disembuhkan dianggap sebagai sebuah pelanggaran karena dikhawatirkan akan membuat pelakunya terjangkit penyakit cinta. Tanpa cinta, ternyata manusia hidupnya kaku. Mereka hidup, tapi seolah tidak memiliki emosi apapun dalam dirinya.

Monday, September 30, 2013

Liesl & Po

Judul: Liesl & Po
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Prisca Primasari
Penyunting: Esti A. Budhihabsari
Proofreader: Yunni Y. M.
Penerbit: Mizan
Jumlah halaman: 320
Cetakan I: April 2013
Harga: Rp 34.000
*Beli di parcelbuku.net*



Kisah tentang berkawan dengan hantu kerap melahirkan komentar menyeramkan atau abnormal dari mulut orang-orang yang mendengarkannya. Tapi siapa sangka hantu ciptaan Lauren Oliver ini begitu bersahabat dan tidak menyeramkan sama sekali. Liesl pun tidak berkeberatan berteman dengan mereka yang menyebut dirinya berasal dari Dunia Lain. Pertemuan Liesl dan Po, serta si anjing-kucing Bundle terjadi pada malam ketiga setelah ayahnya meninggal.

Dunia Lain adalah tempat yang sibuk--sesibuk, atau malah lebih sibuk daripada Dunia Nyata. Dua dunia tersebut bergerak secara paralel, layaknya dua cermin yang berdiri berhadapan. (h. 16)

Liesl meminta Po menemui ayahnya yang kemungkinan sedang berada di Dunia Lain. Tanpa sengaja, Po pun menemuinya. Ayah Liesl mengatakan bahwa tempatnya bukan "di sana", tapi di dekat pohon willow, sama dengan tempat peristirahatan istri pertamanya. Liesl pun berencana membawa abu ayahnya ke sana. Sayangnya, pintu kamar lotengnya terkunci dan baru dibuka ketika pembantu mengantar makanan ke loteng. Liesl dan Po pun menyusun strategi. Berkat bantuan Po, Liesl berhasil kabur membawa kotak yang dikiranya berisi abu Henry Morbower, ayahnya.

Thursday, August 15, 2013

Percy Jackson & The Olympians #2: The Sea of Monsters

Judul: Percy Jackson & The Olympians: The Sea of Monsters (Lautan Monster)
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Nuraini Mastura
Penyunting: Soehindrati a. Shinta
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan VI: Oktober 2010
Harga: Rp 37.400
*Beli di bukukita.com* 


Setelah musim panas lalu Percy berpetualan mencari senjata andalan milik Zeus, kali ini lagi-lagi dia harus berpetualang mencari benda magis lain yang sangat dibutuhkan di perkemahan blasteran. Ups. Apa yang terjadi dengan perkemahan blasteran? Perkemahan blasteran sedang mengalami krisis. Pohon thalia yang seharusnya bisa melindungi perkemahan diracuni oleh salah seorang blasteran yang berkhianat. Belum lagi Pak Chiron yang dikeluarkan dari perkemahan karena dianggap sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas sesuatu di sana.

Seseorang telah mengusik tempat favoritku di seluruh dunia, dan aku bukanlah ... yah, pekemah yang hatinya senang. (h. 65)

Tuesday, June 25, 2013

Percy Jackson & The Olympians #1: The Lightning Thief

Judul: Percy Jackson & The Olympians - The Lightning Thief
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penyunting: Soehindrat a. Shinta
Penerbit: Mizan Fantasi
Jumlah halaman: 454
Cetakan ke-5: Mei 2010
Harga: Rp. 45.900
*Beli di bukukita.com*


Hidup dengan label "anak bermasalah" tidak pernah mudah, terutama di sekolah. Begitu pula dengan kehidupan Percy Jackson, seorang siswa asrama di Akademi Yancy, sekolah bagi anak-anak bermasalah di kawasan New York Utara. Dalam sebuah karyawisata, Bu Dodds -gurunya- tiba-tiba berubah menjadi monster yang menakutkan, tapi Percy berhasil mengalahkan monster itu dengan bantuan pena yang berubah menjadi pedang dari Pak Brunner -guru Percy juga-.
"Aku menyambar pena itu dari udara, tetapi ketika mengenai tanganku, benda itu bukan pena lagi. Benda itu menjadi pedang -pedang perunggu milik Pak Brunner, yang selalu digunakannya pada hari turnamen." - (h. 15)
Di liburan musim panas, Percy pulang ke rumah ibunya tanpa menceritakan kejadian aneh yang baru ia alami di museum. Dia diajak pergi ke Montauk. Sampai di Montauk, Grover -sahabat Percy-, menyusul mereka dalam wujud aslinya, seorang satir. Mereka bertiga pun memutuskan untuk pergi ke Bukit Blasteran. Ada manusia banteng yang mengejar dan ingin membunuh Percy. Namun, Percy berhasil mengalahkan monster itu. Dalam pertempurannya dengan si manusia-banteng, ibu Percy menjadi korban. Setelah dicengkeram di bagian leher oleh si monster, dia berpendar, lalu lenyap.

Percy dan Grover berhasil memasuki Bukit Blasteran. Di sana dia mendapati fakta bahwa Pak Brunner adalah seorang centaurus yang bernama Chiron dan membunuh -setidaknya melenyapkan sementara, karena makhluk-makhluk ini tidak bisa mati- Minotaurus adalah sebuah prestasi besar. Percy juga berkenalan dengan Annabeth, anak Athena. Awalnya Percy ditempatkan di pondok sebelas, dengan predikat "yang belum ditentukan" karena tidak ada yang tahu, dia anak dari dewa mana. Di pondok sebelas, Percy dikenalkan dengan Luke, anak Hermes, yang juga konselor di pondok itu. Luke sangat baik terhadap Percy.

Percy dituduh mengambil petir asali milik Zeus, karenanya ia ditugaskan untuk mengembalikan senjata tersebut sebelum titik balik musim panas. Percy melaksanakan tugasnya ditemani Annabeth dan Grover. Mereka memiliki waktu sepuluh hari. Sanggupkah para remaja ini melaksanakan tugasnya? Kalau bukan Percy, lalu siapa yang mencuri senjata milik Zeus tersebut? Ikuti perjalanan Percy dan teman-temannya dalam The Lightning Thief.
"Waktunya tinggal sedikit," kata Chiron. "Kurasa, kalian semua harus berkemas." - (h. 182)


Membaca versi buku dari film yang pernah kita tonton sebelumnya seharusnya mengingatkan kita akan pemeran-pemeran bahkan adegan-adegan di dalamnya. Namun, bukan ini yang saya alami. Saya justru lupa, seperti apa wajah orang yang memerankan tokoh-tokohnya, dan hanya satu adegan yang saya ingat betul, yaitu adegan pertarungan antara Percy dan kawan-kawan dengan Medusa. Selebihnya justru beberapa adegan dalam film lain yang muncul dalam benak saya. *plak*

Ok, back to the book. Hm, saya tipikal pembaca yang kurang suka jika buku terjemahan diartikan dalam bahasa yang tidak baku, seperti novel fantasi ini. Namun, perlu saya akui, dengan gaya penerjemahan yang seperti ini, sensasi humor dari kisahnya sangat terasa. Pun ada satu scene yang menceritakan Percy sedang berbincang dengan anak seusianya yang berlogat jadul. Aneh rasanya, tapi kocak. Terlihat totalitas penerjemah dalam menerjemahkan karya Rick Riordan ini.

Salah satu keunikan buku ini adalah di awal pembaca sudah diberikan peringatan yang justru akan membuat mereka tidak akan berhenti membaca sampai di situ saja. Ini juga terjadi pada diri saya. Kata-kata tersebut seolah menantang pembacanya untuk menjelajah halaman demi halaman novel ini. Terus dan terus sampai selesai. Pov orang pertamanya seakan mengajak pembaca mendengarkan cerita Percy secara live dan mengajak mereka merasakan sensasi petualangan yang Percy alami dengan appropriate pace. Belum lagi deskripsi setting tempat, waktu, dan suasananya.

Saya suka karakter tokoh utamanya, Percy Jackson. Di sini dia tipikal orang yang diam-diam menghanyutkan. Sama sekali tidak ambisius. Dia pun menunjukkan sikap bijaksananya dan pandai menganalisis sesuatu. Setidaknya, julukan otak ganggang yang diberikan Annabeth tidak sepenuhnya benar, hehe. Penulis telah berhasil memperkenalkan tiap-tiap tokohnya dengan baik, juga nama dewa-dewi dalam mitologi Yunani beserta tugas/kekuasaan mereka.

My Rate:


Literary Awards:
School Library Journal Best Book of the Year (2005), New York Times Notable Book (2005), Young Readers' Choice Award (2008), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award (2009), Askews Torchlight Award (UK) Winner South Carolina Book Award for Junior Book Award (2008), Grand Canyon Reader Award for Tween Book (2008), Nene Award (2008), Massachusetts Children's Book Award (2008), Sunshine State Young Readers Award for Grades 6-8 (2007), Pacific Northwest Library Association Young Reader's Choice Award for Intermediate (2008), Iowa Teen Award (2009), Abraham Lincoln Award Nominee (2009), Chicago Public Library Best of the Best Books List, American Library Association (ALA) Notable Book (2005)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...