Showing posts with label komik. Show all posts
Showing posts with label komik. Show all posts

Monday, March 24, 2014

Q.E.D. (Quod Erat Demonstrandum) Vol. 33 by Motohiro Katou

Judul: Q.E.D. (Quod Erat Demonstrandum) Vol. 33
Penulis: Motohiro Katou
Alih bahasa: Faira Ammadea
Editor: Sari
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2010


Seorang penyewa yang telah menunggak selama 8 bulan dan dikabarkan menghilang ternyata ditemukan di dalam apartemen sewaannya dengan kondisi sudah menjadi mayat. Tiba-tiba datang seorang wanita yang mengaku sebagai mantan istri si penyewa dan mengatakan bahwa mantan suaminya pasti dibunuh karena korban sering menulis artikel tentang kebobrokan masyarakat.

Di apartemen korban, Touma menemukan telepon genggam milik korban lalu menghubungi nomor terakhir yang dihubungi melalui telepon genggam tersebut. Tersambunglah dengan sahabat korban, Tatsumi. Kana dan Hisanaga segera menemui Tatsumi untuk menyelidiki kasus ini. Perkirannya adalah korban meninggal bunuh diri karena frustasi setelah bercerai dengan Etsumi. Tatsumi pun menceritakan bahwa Mineyama (korban) bukan tipe orang yang bertindak atas nama keadilan, berasal dari keluarga yang biasa saja dan lulusan universitas swasta.

Thursday, March 06, 2014

Detektif Conan Vol. 74 by Aoyama Gosho

Judul: Detektif Conan Vol. 74
Penulis: Aoyama Gosho
Alih bahasa: M
Editor: Binarti
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah halaman: 184
Tahun terbit: 2013
*Pinjam Citra*


Di volume 73 bagian akhir diceritakan tentang kedatangan tiga wanita penulis novel misteri di kantor Detektif Mouri. Mereka bertiga diundang oleh Isao Sawaguri, kakak dari seorang novelis misteri yang meninggal bulan lalu. Rupanya kedatangan mereka adalah skenario yang disusun oleh Sawaguri. Dia curiga adiknya dibunuh oleh salah satu dari tiga wanita itu. Untuk itu, Sawaguri meminta Mouri menganalisis kejanggalan-kejanggalan terkait kematian adiknya dan menemukan pembunuh sebenarnya, yaitu Si Tikus.

Wednesday, February 26, 2014

Detektif Conan Vol. 73 by Aoyama Gosho


Judul: Detektif Conan Vol. 73
Penulis: Aoyama Gosho
Alih bahasa: M
Editor: Binarti
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah halaman: 184
Tahun terbit: 2013
*Pinjam Citra*



Nyonya Rukako, pemilik sebuah rumah yang dipenuhi jam, tewas saat pesta ulang tahunnya berlangsung. Pelaku diduga telah  berhasil kabur melalui jendela yang menghadap halaman belakang dengan membawa senjatanya. Namun, di halaman tidak ada jejak kaki pelaku sama sekali. Belakangan diketahui bahwa korban menerima surat ancaman sejak dua tahun yang lalu. Benarkah pembunuhnya adalah hantu ahli jam yang meninggal empat tahun lalu?

Suatu hari, Ran mengabarkan bahwa dia akan menginap di sekolah untuk latihan karate, sehingga Detektif Mouri dan Conan harus membeli makan di luar. Setelah melihat-lihat pamflet iklan restoran yang ada di kantor Detektif Mouri, mereka memutuskan untuk makan di Ramen Ogura yang ber-tagline "Lezat Setengah Mati". Mereka memesan Ramen Raja Enma, makanan yang paling enak di restoran kedai itu. Tidak lama setelah kedatangan mereka, datanglah seorang direktur real estate yang tingkahnya menyebalkan untuk makan di sana. Berikutnya datang seorang pemilik kedai pangkas rambut yang juga memesan Ramen Raja Enma. Sebelum memakan ramen, sang direktur sempat bercerita bahwa perusahaannya sedang dalam kesulitan dan rasanya dia ingin mati saja dengan memasukkan racun ke dalam ramen. Setelah suapan pertama, timbul gerak-gerik yang aneh pada wajahnya, ternyata direktur itu benar-benar keracunan. Apakah dia benar-benar bunuh diri? Atau pemilik dan pekerja kedai yang telah meracuninya?

Monday, November 25, 2013

Detektif Conan Vol. 72

Judul: Detektif Conan Volume 72
Penulis: Aoyama Gosho
Alih bahasa: M
Editor: Binarti
Foto sampul: Nina
Penerbit: Elex Media
Jumlah halaman: 184
*Kado dari Mb Noy*



Kisah syair pengungkapan aneg yang ditemui Conan dan kawan-kawannya di London akhirnya terpecahkan. Dengan bantuan ayah dan ibunya Conan berhasil mendekati lokasi pelaku yang berniat membunuh ibu Sang Ratu Lapangan Tenis. Sayangnya, sebelum berhasil membidikkan bius kepada pelaku, penonton lain memergoki Conan dan mencurigainya sebagai murid Holmes. Berhasilkan Conan membekuk pelaku sebelum membunuh calon korbannya?

Suatu hari ketika pulang sekolah, Mitsuhiko mengusulkan untuk bermain tendang kaleng. Menyambut usulan itu, Genta mengajak klub detektif cilik untuk bermain di sebuah gedung yang kebetulan mereka lewati. Gedung itu kosong dan Conan bertugas jadi penjaganya. Dengan mudah Ai, Ayumi, dan Mitsuhiko dapat ditemukan. Namun, Genta masih bersembunyi. Karena ada gempa, setelahnya mereka langsung menghubungi Genta melalui lencana detektif. Saat itulah Genta mengaku mendengar ketukan 252 yang berarti kode permintaan bantuan. Siapakah orang yang meminta bantuan itu? Berhasilkah klub detektif cilik menolongnya?

Friday, November 09, 2012

Yotsuba

Usia menjelang 22, masih suka komik dengan genre detektif dan komedi, bukan cinta-cintaan ya. :p Nah, beberapa waktu lalu saya sempat membaca komik terbitan Elex Media Komputindo yang judulnya "Yotsuba", tapi cuma seri ke-6, ke-7, dan ke-8. Komik ini hasil pinjaman dari mbak Lilis (tetangga ruangan). Kayaknya komik ini masuk genre komedi deh.

Yotsuba ini seorang anak perempuan yang berusia 5 tahun, polos, selalu bersemangat, ceria, ekspresif, tipikal anak yang sangat-ingin-tahu-banyak-hal, merasa-tahu-banyak-hal, dan menggemaskan. Intinya, dia anak yang kreatif (versi polosnya anak-anak). Akibat kekreatifannya itu, orang-orang di sekitarnya sering kali dibuat repot, tapi mereka selalu saja menikmatinya. Tipikal orang-orang yang suka dengan anak-anak.
Yotsuba tinggal bersama ayahnya yang seorang pekerja-rumahan. Hm, di komiknya istilahnya apa ya? Lupa saya. Pokoknya, saat itu di Jepang sedang digalakkan sistem bekerja seperti ini. Pekerja tidak perlu masuk kantor, sehingga dapat menghemat biaya operasional kantor.

Ayah Yotsuba seorang yang cukup penyabar. Saya gunakan kata "cukup" karena pada beberapa kejadian, ia sempat marah kepada Yotsuba.
Umm, tokohnya gak usah disebut satu per satu yak.. :p



Oh iya, minusnya mungkin dari segi penerjemahan. Saya kurang nyaman membaca terjemahan yang kata-katanya tidak baku, misalnya menggunakan kata "banget" dan "nggak". Satu lagi, ekspresi terpukaunya Yotsuba, saya kurang suka. Hehe. Lebih terlihat seperti "kaget" daripada "terpukau". Selain itu, komik karya Kiyohiko Azuma ini entertaining kok! :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...