Showing posts with label classic. Show all posts
Showing posts with label classic. Show all posts

Monday, November 07, 2016

Antara Curhat dan Ngomongin Buku :p

Punya me time belakangan ini menjadi sebuah barang langka buat saya. Di tengah-tengah waktu bolak-balik Cipayung, Purnawarman, Bintaro, ngurusin tetek bengek perskripsian, tambah ngurusin bocil-bocil yang sering kali bikin mager buat nyentuh skripsi dan perintilannya. Haaaaaahhhh, me time is coming. Me time dadakan sih, rencananya sebenernya adalah pengen nyicil skripsi lagi, tapi apa boleh buat, ternyata data belum dikasih, format skripsi juga belum dapet. Krik banget kan.

Setahun yang lalu, sebelum kuliah, waktu luang diisi dengan baca atau blogging. Kalau kerjaan di kantor udah beres dan belum ada yang minta dikerjain lagi, biasanya baca atau blogging, sambil pumping, biasanya baca juga, pulang kantor, pas jaman baru punya 1 bocil, waktu bocilnya udah tidur, baca buku lagi kalau belum ngantuk. Sejak kuliah malah jarang bisa baca buku (selain buku kuliah ya, kalau buku kuliah sih biasanya dibaca menjelang presentasi atau menjelang ujian :p).

Alhasil, ebook yang udah dibeli dari jaman sebelum kuliah jarang banget sempet kebaca. Ebook malang itu adalah....

(Lord Edgware Dies by Agatha Christie)

Sinopsinya bisa dicek sendiri di goodreads. :D Ceritanya menarik sih, bikin penasaran, meskipun agak muter-muter ya. Saya yang tipikal orangnya manut-manut aja jadi kebawa banget deh muter-muternya. Berikutnya, karena cukup banyak tokoh yang dimunculkan dan saya bacanya juga sering kepotong dalam waktu lama, jadi buat recall memori butuh waktu agak lama buat nyambung lagi ke ceritanya. Hehe. Enaknya novel kayak gini dibaca secara berkelanjutan kali ya, bukan kepotong-potong. Kalau pun kepotong-potong, jedanya jangan terlalu lama mungkin, biar orang yang punya ingatan pendek kayak saya ini gak blank begitu lanjut bacaan, hueehehehe..

Belum dirating yaaaa, soalnya belum selesai dibaca dan masih mau melanjutkan bacanya, penasaran sih siapa pelaku pembunuhan Lord Edgware yang sesungguhnya. ^^,

Monday, November 24, 2014

Misteri Pulau Tengkorak by Robert Arthur

Judul: Misteri Pulau Tengkorak (Trio Detektif #6)
Penulis: Robert Arthur
Alih bahasa: Agus Setiadi
Desain cover: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 200
Tahun terbit: 2014
Format: ebook











Jupiter Jones, Bob Andrews, dan Pete Crenshaw ditugaskan untuk menyelidiki misteri di Pulau Tengkorak. Selain itu, mereka memiliki tugas tambahan membintangi sebuah film di sana. Pulau Tengkorak dulunya adalah sarang bajak laut. Sang bajak laut menenggelamkan seluruh hartanya di perairan sekitar pulau itu, tetapi tidak ada yang pernah benar-benar menemukan harta karun di sana. Harta sang bajak laut seolah ditelan oleh Sang Laut.

Setelah sampai di bandara kota Melville, trio detektif dijemput olah seorang lelaki bernama Sam. Herannya, dia tahu bahwa mereka adalah detektif. Bukannya diantar ke Fishingport, tapi ketiga pemuda ini justru didamparkan Pulau Tangan, malam-malam di tengah badai. Chris Markos, remaja asal Yunani yang menemukan mereka dengan perahu layar kecilnya. Trio detektif pun diantarkan kembali ke Fishingport. Di tengah perjalanan melewati Pulau Tengkorak, mereka melihat hantu Sally Farington!

Wednesday, January 08, 2014

Shin Suikoden #2 by Eiji Yoshikawa

Judul: Shin Suikoden
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Jonjon Johana
Penyunting: Tim Khansa
Pewajah sampul: Iksaka Banu
Penerbit: Kansha Books
Jumlah halaman: 466
Cetakan I: April 2012
*Pinjam ke Mbak Lilis*



Novel bersampul hijau ini adalah buku kedua serial Shin Suikoden: Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air. Dalam buku keduanya, kisah diawali dengan pengejaran ketujuh buronan dari Desa Sekka oleh prajurit pemerintah. Sayang, ketujuh buronan itu begitu piawai dalam urusan perkelahian dan lebih mengenali medan tempur. Dengan mudah, pasukan pemerintah dapat dikalahkan. Setelahnya, mereka menuju Ryou Zan Paku, satu-satunya tempat yang aman bagi mereka.

Namun, tubuh kepemimpinan Ryou Zan Paku ternyata sedang goyah. Singkat cerita, pemimpin lamanya, Ou Rin dibunuh oleh Rin Chu. Pemimpin penggantinya adalah Chou Gai. Susunan kepemimpinan baru pun terbentuk, diisi oleh nama-nama bintang yang sepak terjangnya telah dikisahkan di buku satu. Di buku kedua ini, muncul bintang-bintang lain yang dapat kita tebak bahwa mereka akhirnya juga akan bergabung dengan kelompok di Ryou Zan Paku, di antaranya:

Friday, January 03, 2014

Anne of Green Gables by Lucy M. Montgomery


Judul: Anne of Green Gables
Penulis: Lucy M. Montgomery
Penerjemah: Maria M. Lubis
Proofreader: M. Eka Mustamar
Penerbit: Qanita
Jumlah halaman: 516
Cetakan I: Desember 2008
*Pinjam ke @EstafetBuku*

Peringatan: Jangan pernah memanggil Anne dengan sebutan WORTEL!

Anne, gadis yatim piatu berusia 11 tahun, datang ke Desa Avonlea karena sebuah kekeliruan. Dua bersaudara Marilla dan Matthew Cuthbert ingin mengadopsi anak untuk membantu membantu mengurus rumah mereka yang dikenal sebagai Green Gables. Mereka meminta sebuah panti asuhan untuk mengirim seorang anak laki-laki. Namun, yang datang ternyata gadis kecil berambut merah, Anne.

Mulanya kehadiran Anne tak disukai banyak orang. Apalagi ada desas-desus tentang asal-usulnya yang tak jelas. Namun, sikapnya yang ceria, tutur katanya yang blak-blakan, perilakunya yang polos dan kadang konyol meluluhkan hati Marilla dan Matthew. Anne juga segera jatuh cinta pada Desa Avonlea dan Green Gables.

Tuesday, October 08, 2013

Kim by Rudyard Kipling


Judul: Kim
Penulis: Rudyard Kipling
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Penyunting: Dhewibetta
Perancang sampul: Tyo
Penerbit: Bentang
Jumlah halaman: 454
Cetakan pertama: Juni 2011
Harga: Rp 25.000
*Beli di bazar buku Gramedia Matraman*


"... tapi jika orang jahat tidak terus diberantas, dunia ini tidak akan nyaman bagi pemimpi yang tidak bersenjata." - Serdadu tua (h. 84)

Saya bingung harus memulai review ini darimana. Saya merasakan apa yang sebisa mungkin diminimalisir oleh penerjemah. Saya "sesak napas" ketika membaca novel ini. Banyak juga menemukan missing hole. Kalian yang berniat membacanya harus menyiapkan otak yang prima ya. Seringkali saya bingung apa yang sedang dibicarakan di dalam buku ini. Mereka pun dengan cepat berpindah tempat. Dan kadang banyaknya tokoh yang terlibat dialog juga membuat saya bingung, siapa yang sedang berbicara. Belum lagi banyaknya istilah yang sayangnya dituliskan dalam glosarium di halaman depan. Seharusnya tidak perlu ada glosarium. Catatan kaki akan lebih memudahkan pembaca. Dan karena saya bukan orang yang cukup nyastra, jadilah saya juga tidak menikmati tiap epigraf yang disajikan di awal bab. Hampir semuanya saya skip. Belum lagi beberapa paragrafnya panjang-panjang. Tapi mungkin inilah ciri khas karya sastra Rudyard Kipling, kalimatnya yang beranak pinak, gaya bahasanya yang "unik", serta mengajak pembaca berpikir dan benar-benar menyimak tiap kata yang ditulisnya.

Kisah dimulai dengan menceritakan asal-usul Kim. Kim adalah anak kulit putih, meskipun iya agak mirip dengan anak-anak India pada umumnya. Dia adalah anak dari seorang anggota resimen Irlandia, Kimball O'Hara. Dia diramalkan akan didatangi seekor Sapi Jantan Merah besar di ladang hijau dan kolonel yang menunggang kuda tegap dan menurunkan kepada orang Inggris sembilan ratus iblis. Suatu hari dia kedatangan seorang Bhotiya (orang Tibet) yang menanyakan tentang Rumah Ajaib. Setelah mendapat cukup informasi, sang lama, orang Tibet tadi masuk ke Rumah Ajaib dan mendengar kisah anak panah Dewa yang jatuh lalu menyemburlah air yang membentuk sungai. Sungai yang selama ini dicarinya, Sungai Anak Panah. Tidak ada yang tahu, dimana letak pastinya Sungai Anak Panah.

Wednesday, August 07, 2013

Through the Looking Glass (Alice in Wonderland #2)

Gambar diambil dari bookoopedia.com
Judul: Through the Looking Glass - Alice di Negeri Cermin
Penulis: Lewis Carroll
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penyunting: Fenty Nadia
Penerbit: Atria
Jumlah halaman: 176
Cetakan ke-1: Januari 2012
Harga: Rp. 25.415
*Beli di bukukita.com*


Pernahkah kamu membayangkan ketika bercermin, bahwa jika jarimu menyentuh cermin, maka akan menembus dimensi lain dari cermin itu sendiri? Wow. Kejadian inilah yang dialami Alice, gadis kecil berusia 7 tahun. Kali ini Alice berpetualang di Negeri Cermin. Negeri yang aneh dan membingungkan. Di Negeri Cermin, Alice bertemu dengan Raja dan Ratu Merah, juga Raja dan Ratu Putih.

Alice membaca buku catatan sang Raja Putih dan menemukan sebuah puisi yang sulit dimengerti, begini bunyinya:
YKCOWREBBAJ
,runel gnay evot nad gillirb aynutkaW
,rubus gnay masj'es sata is gnabrat gnadeS
,sevogorob halaynah atirel gnaY
nislugnel hagnet gnay hamri htar naD
Ada yang bisa membaca dan mengartikannya? Kuncinya: Alice sedang berada di Negeri Cermin, sehingga untuk membacanya harus di..... (lanjutkan sendiri ya ;)) Setelah bisa membacanya pun kata-katanya masih banyak yang sulit dimengerti. Heu. Karena takut tak cukup waktunya, Alice akhirnya memutuskan untuk berkeliling dan melihat-lihat di dunia barunya. Di taman, Alice bertemu dengan bunga-bunga yang bisa bicara. Bahkan mereka menganggap Alice adalah sejenis bunga. Bunga yang aneh tentunya. Ketika melihat Ratu Merah, dia bergegas untuk menemuinya. Karena sedang berada di Negeri Cermin, yang dilakukan Alice bukanlah berlari mendekati Ratu Merah, melainkan berlari menjauhinya. Itulah cara untuk sampai di tempat Ratu Merah.

Monday, July 01, 2013

The Strange Case of Dr. Jekyll & Mr. Hyde

Judul: The Strange Case of Dr. Jekyll & Mr. Hyde
Penulis: Robert Louis Stevenson
Alih bahasa: Julanda Tantani
Desain & ilustrasi cover: Satya Utama Jadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 Mei 2011
Harga normal: Rp 30.000
*Beli di bazar buku Gramedia Matraman*



Mr. Utterson adalah seorang pengacara. Dia memiliki jadwal jalan-jalan hari Minggu bersama sepupu jauhnya, Mr. Richard Enfield. Pada suatu Minggu, Mr. Enfield bercerita tentang seorang laki-laki kecil yang menginjak-injak tubuh anak perempuan dengan tenang. Wajah laki-laki yang tidak memiliki rasa iba dan menimbulkan perasaan benci yang sesaat, namanya Hyde. Untuk menutup mulut para saksi mata dan keluarga anak perempuan tersebut, dia memberikan sebuah cek senilai seratus pound.

Malm itu juga, Mr. Utterson pulang dengan pikiran yang kacau. Lalu dia membaca surat wasiat dr. Henry Jekyll dan menemukan sesuatu yang aneh tentang isinya, bahwa jika ada sesuatu yang menimpa dr. Jekyll dia akan mewariskan seluruh hartanya kepada Edward Hyde dan sedikit untuk para pembantunya. Mr. Utterson sangat penasaran akan Mr. Hyde, siapa dia sebenanya. Hingga suatu ketika dia berhasil bertemu dengan Mr. Hyde dan melihat sendiri wajahnya. Dan, apa yang dirasakan Mr. Enfield ketika melihat Mr. Hyde, dirasakan pula oleh Mr. Utterson. Ternyata, Mr. Hyde memiliki kekuasan penuh untuk lalu-lalang di rumah dr. Jekyll, bahkan dia memiliki anak kunci kamar operasi rumah dr. Jekyll. 

Beberapa waktu berselang, di lingkungan mereka terjadi sebuah peristiwa pembunuhan Sir Danvers Carrew oleh Mr. Hyde. Mr. Utterson pun ikut menyelidiki kasus ini, mengingat si pelaku adalah orang yang akan mewarisi harta sahabatnya, dr. Jekyll. Tapi ternyata tidak mudah untuk menemukannya, Mr. Hyde menghilang dan seolah-olah seperti tidak pernah ada. Di siang harinya, Mr. Utterson menemui dr. Jekyll dan dia mendapatkan sepucuk surat atas nama Mr. Hyde dari dr. Jekyll. Sepulangnya dari rumah dr. Jekyll, dia menemui Mr. Guest, seorang peneliti tulisan tangan. Dan hasil analisis dari Mr. Guest begitu mencengangkan bagi Mr. Utterson. Siapakah Mr. Hyde sebenarya? Nikmati kelanjutan cerita misteri ini dalam The Strange Case of Dr. Jekyll & Mr. Hyde.
"Mereka mendekatinya dengan hati-hati, menggulingkan sosok itu, dan memandang wajah Edward Hyde. Ia mengenakan pakaian yang terlalu besar untuk dirinya, pakaian-pakaian dokter itu." - (h. 78)


***

Membaca kisah ini, kesan pertama yang saya dapat adalah ceritanya yang panjang-panjang dalam tiap paragraf. Ternyata ini adalah kekhasan tersendiri karya klasik era victoria. Dan awalnya, saya mengira ini semacam novel detektif, tapi ternyata bukan. Misteri tidak dipecahkan oleh kelihaian analasis seorang detektif, justru para tokohnya yang mengutarakan pengakuan-pengakuan apa yang sebenarnya terjadi pada diri mereka. Dan  di dalamnya pembaca juga dapat mempelajari dualisme sifat manusia, dimana seseorang sebenarnya memiliki sifat baik dan buruk dalam dirinya. 

Dalam buku ini pembaca dapat merasakan betapa suramnya kota London kala itu. Saya tidak mendapatkan masalah dalam membaca terjemahannya. No typo. Tapi sayangnya, sinopsis yang dicantumkan dalam halaman sampul belakang justru terkesan spoiler. Dan ada sebuah poin besar yang tidak masuk akal, yang nantinya akan pembaca dapatkan di bagian penjelasan dr. Jekyll atas apa yang telah terjadi.

My Rate:

Monday, June 24, 2013

Treasure Island

Judul: Treasure Island
Penulis: Robert Louis Stevenson
Penerjemah: Mutia Dharma
Penyunting: Ida Wajdi & Pujia Pernami
Penerbit: Atria
Jumlah halaman: 345
Cetakan ke-1 April 2011
Harga: Rp. 36.550
*Beli di bukukita.com*


Ketika mendengar kisah bajak laut, mungkin sosok Jack Sparrow dalam film The Pirates of Caribbean terbayang-bayang di benak pembaca. Namun, kisah dalam buku ini tentu menyajijakan sesuatu yang berbeda. Pastinya tanpa memunculkan makhluk-makhluk fantasi seperti di film The Pirates of Caribbean. :)

Awal mulanya, ketika Jim berusia 17 tahun, ada seorang bajak laut bernama Billy Bones datang ke penginapan ayahnya, Admiral Benbow. Suatu ketika, Black Dog, teman Billy Bones datang ke penginapan itu. Dia bertengkar dengan Billy Bones. Beberapa saat setelahnya Billy Bones terkena serangan strokenya yang pertama. Tidak lama setelahnya, tepatnya setelah ayah Jim meninggal karena sakit, seorang buta -yang belakangan diketahui bernama Pew- datang ke Admiral Benbow, dia juga mencari Billy Bones. Pertemuan orang tersebut dengan sang bajak laut cukup singkat. Tiba-tiba seletahnya sang bajak laut terkena strokenya yang kedua dan meninggal. Bajak laut itu meninggalkan hartanya -entah apapun itu- di sana, dan ini membuat Jim dan ibunya merasa tidak aman. Namun, tidak ada yang mau membantu mereka.

Setelah mengambil uang sang bajak laut secukupnya dan sebuah kertas minyak yang diduga adalah peta harta karun, Jim dan ibunya bersembunyi di dekat sungai sambil mengawasi keributan di penginapannya akibat ulah Pew dan kaki tangannya. Mereka tidak mendapatkan apa yang mereka cari dan mereka bertengkar. Karena mendengar suara kuda datang ke arah mereka, para penjahat itu lari dan meninggalkan Pew sendiri. Akhirnya, kebutaan dan kepanikan Pew membawanya menuju kematian. Pew mati terinjak kuda.

Setelah insiden itu, Jim dibawa ke rumah Dr. Livesey. Karena Jim membawa peta harta karun yang diambil dari sang bajak laut, maka Hakim Trelawney dan Dr. Livesey memutuskan untuk berlayar dan mencari harta karun tersebut. Sang hakim mengajak Long John Silver untuk ikut dalam petualangan. Dia adalah pelaut berkaki satu. Long John Silver nantinya bertugas sebagai juru masak kapal. Berikutnya ada Kapten Smollett yang bertugas mengemudikan kapal mereka, Hispaniola. Sayangnya sang hakim tidak terlalu menyukai sang kapten karena sifatnya yang suka memerintah. Dan mereka pun berlayar.

Suatu ketika, Jim ingin makan apel. Kemudian masuklah ia ke dalam tong apel, tapi sayang apelnya sudah habis. Karena nyamannya di dalam sana, Jim hampir tertidur. Di dalam sana, dia mendengar John Silver merencanakan sebuah pengkhianatan dan membunuh orang-orang yang tidak sejalan dengannya. Jim memberitahukan itu kepada sang dokter, hakim, dan kapten. Bagaimana mereka menghadapi pengkhianatan Silver? Mampukah mereka menemukan harta karun milik Flint? Baca kelanjutannya dalam Treasure Island.
"Orang-orang hebat," jawab si juru masak, "biasanya tidak saling memercayai, dan memang seharusnya begitu..." - (Long John Silver, halaman 103)
***
Karya R. L. Stevenson ini diceritakan dengan dua sudut pandang, yaitu Jim Hawkins dan Dr. Livesey, tapi lebih banyak menggunakan sudut pandang Jim sebagai pencerita utama. Pembaca dapat dengan mudah mengenali siapa yang sedang bercerita saat itu melalui judul babnya. Di sana tertulis jelas jikalau pencerita beralih ke sang dokter.

Treasure Island didukung dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik. Tidak hanya di sampulnya saja, tapi di setiap awal bagian juga disisipkan ilustrasi yang dapat membantu pembaca mengimajinasikan cerita dalam bagian itu.

Sayangnya, ada banyak tokoh di dalam novel ini. Saya pun cukup kebingungan, terutama ketika awak kapal terbagi menjadi dua kubu, yang memihak sang hakim dan yang memihak John Silver. Kekurangan yang lainnya adalah saya tidak dapat menemukan sesuatu yang quoteable dalam buku ini, entah saya yang kurang jeli atau memang tidak ada, hehe.
My Rate:
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...