Friday, August 31, 2018

Someday by Winna Efendi

Judul: Someday
Penulis: Winna Efendi
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: Cetakan pertama, 2017
Jumlah halaman: vii + 400 halaman
*baca di google play books*



Kadang manusia harus membuat pilihan-pilihan yang salah sebelum menemukan pilihan yang terbaik. Harus terjatuh dulu, agar tahu rasanya bangkit.

Novel ini berkisah tentang sepenggal kehidupan Chris. Gadis tomboi yang skeptis pada cinta. Chris berkaca pada kehidupan orang tuanya, keluarganya. Seingat Chris, awalnya pertengkaran kedua orang tuanya sering kali berkisar seputar Colin. Dia adalah adik kandung Chris yang memiliki Trysomi 21. Sebuah kelainan genetik yang menyebabkan Colin mengalami keterbelakangan fisik dan mental.

Aku tidak ingin seperti Milo, yang terus mengecek ponsel setiap kali mengirimkan pesan kepada Kak Mel, menanti-nanti jawabannya dengan penuh harap. Aku tidak ingin menunggu kepastian untuk sebuah jawaban mengenai perasaanku. (Halaman 10)

Setidaknya Chris masih beruntung karena memiliki Milo, sahabatnya dari kecil. Tidak ada rahasia di antara mereka, sampai Chris dekat dengan Arthur Soembardi atau yang biasa dipanggil Art. Art yang misterius tapi mengagumkan, bagi Chris. Lucunya, kedekatan Chris dengan Art momennya tidak jauh berbeda dengan kedekatan Milo dengan Kak Mel, wanita idaman Milo sejak pertama kali menginjakkan kaki di SMA Pelita. 


Chris akhirnya pacaran dengan Art, dan Milo dengan Kak Mel. Ini membuat persahabatan Chris dengan Milo agak berjarak. Tidak hanya itu, semakin lama Chris semakin menarik diri dari orang-orang sekitarnya. Chris pun mulai menjauh dari hobi renangnya, menjauh dari impiannya. Ada apa dengan Chris sebenarnya? Benarkah mencecap cinta telah membutakannya?

Kami saling memilih dan akan selalu saling memiliki. (Halaman 203)

Gemes, gemes, gemeeees sama Chris, hehe. Gak usah diceritain banget ya, nanti spoiler lagi. Mbak Winna ini oke banget bikin karakter-karakternya. Chris, Milo, Art, bahkan tokoh pendukungnya terasa "hidup". Meskipun para tokohnya berusia belasan alias masih SMA, temanya menurut saya termasuk agak berat, tidak seperti teenlit pada umumnya. Kisah yang diceritakan cukup kontras dengan nuansa sampul yang cantik, cerah, dan ceria.

Favorit saya, di setiap awal chapter ada kutipan yang diambil dari penulis-penulis ternama dunia, misalnya Bram Stroker, Nicholas Sparks, dan Veronica Roth. Selain kutipan dari penulis, di awal beberapa chapter ada kosakata baru dan artinya. Bagus sih, sayangnya arti dari kosakata tersebut ditulis dalam bahasa Inggris. Buat saya yang tidak jago bahasa Inggris dan malas membuka kamus jadi yaa kurang greget, tidak nyantol kalau kata orang Jawa. Satu kata yang nyangkut di ingatan saya, Jouska.

Word of the day: jouska
A hypothetical conversation that you compulsively play out in your head
-Dictionary of Obscure Sorrows, John Koenig- 

Kenapa jouska ini nyantol di kepala saya? Ini karena ada akun instagram namanya jouska. Nah akun ini sering bahas masalah finansial, yang menurut saya mengedukasi buanget. Caranya mengedukasi juga kekinian sih. Eh, kok jadi bahas jouska. -__-

Overall, kalau kamu suka cerita roman yang nggak menye-menye banget, tidak ada salahnya baca Someday.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...