Friday, July 19, 2013

Avalon High

Judul: Avalon High
Penulis: Meg Cabot
Alih bahasa: Caecilia Dian Pratiwi
Desain sampul: Rizki Arnosa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 312
Cetakan kedua: April 2011
Harga: Rp 26.250 (diskon 25%)
Beli di: Gramedia Golden Trully


Reinkarnasi adalah sebuah konsep bahwa seseorang yang sudah meninggal tidak hilang begitu saja, dia akan kembali hadir di kehidupan yang lain, kehidupan beberapa waktu setelah kematiannya. Mungkin inilah yang dialami oleh beberapa siswa, bahkan guru, di SMA Avalon.

"SA (SMA Avalon) lebih kecil daripada sekolah lamaku, tapi fasilitas di sini lebih bagus dan sekolahnya punya lebih banyak uang, jadi aku tidak betul-betul mengeluh." (h. 35)

Elaine Harrison adalah gadis jangkung, anak dari dua orang profesor. Ya, kedua orang tuanya memang profesor, tepatnya medievalist, ahli sejarah abad pertengahan. Saat ini mereka sedang menjalani sabatikal, yaitu semacam cuti untuk mengikuti sebuah program penelitian demi kepentingan akademis. Orang tuanya memberi nama Elaine karena mendapat inspirasi dari sebuah karya sastra yang di dalamnya terdapat tokoh bernama Lady of Shalott alias Lady Elaine. Elaine sangat hobi mengapung di kolam renangnya sambil membaca. Selain itu, dia juga seorang atlet lari. Di SMA Avalon, dia bertemu dengan seorang cowok populer bernama A. William Wagner (Will), orang yang pernah dilihatnya berdiri di jurang. Sayangnya Will sudah memiliki kekasih yang bernama Jennifer Gold, seorang cheerleader. Meskipun Elaine tidak menyangkal bahwa ia menyukai Will, tapi Elaine tetap merasa tidak percaya diri, terlebih ketika dibandingkan dengan Jennifer, bagai bumi dan langit. Meskipun Elaine menyukai Will, tapi rupanya teman-temannya mengira bahwa dia menyukai Lance, sahabat Will. 

"... Tidak ada yang bisa menyakiti A. William Wagner dan lolos kalau sahabatnya, Lance, selalu membelanya." (h. 117)

Dari pertama kali bertemu, Will merasa tidak asing dengan Elaine, yang disapanya dengan Elle. Seolah mereka sudah pernah bertemu entah kapan dan dimana. Will menyukai lagu-lagu klasik karena sepertinya lagu-lagu ini sangat familiar di telinganya. Will begitu terbuka dengan Elaine padahal mereka baru kenal -tetapi tidak menurut Will- sampai-sampai perkara masalah dengan ayahnya pun diceritakan pada Elaine. Dari mulut temannya, Liz, Elaine mendapatkan cerita aneh tentang ayah Will, dia digosipkan membunuh sahabatnya sendiri dengan cara mengirimkan sahabatnya itu ke daerah perang lalu dia terbunuh dalam perang.

Suatu ketika, Elaine diundang Will untuk menghadiri pesta di rumahnya. Di sana dia bertemu dengan keluarga Will termasuk ibu dan saudara tirinya, Marco. Dia merasakan ada sesuatu yang jahat pada diri Marco dan ini membuat Elaine terus memikirkannya karena dia tahu, nama Elaine dinamakan sesuai nama Lady of Shalott alias Lady Elaine alias Lily Maid. Kejahatan Marco juga ditunjukkan ketika Elaine, Jennifer, Lance, Will, dan dirinya berlayar. Nama-nama mereka sepintas mirip nama-nama tokoh pada kisah Raja Arthur. Benarkah mereka reinkarnasi dari tokoh-tokoh tersebut? Dan akankah kejadian di masa lalu terulang di masa kini?

"Ini bukan perasaan pada seorang cowok yang muncul karena ia baik padamu ... Perasaan ini jauh, jauh lebih besar dari itu ... Apakah kami pernah bertemu sebelumnya? Kalau tidak di kehidupan sekarang, lalu ... mungkin di kehidupan lain?" (h. 135)

***

Setelah sekian tahun saya tidak membaca teenlit, kali ini saya baca teenlit dong (terus bangga?). Dan ini adalah buku Meg Cabot pertama yang saya baca. Nyatanya saya jatuh cinta dengan gaya berceritanya. Novel ini diceritakan dengan POV Elaine. By the way, apa memang gayanya Cabot selalu bercerita dengan POV orang pertama ya? Soalnya saya pernah baca sepintas satu karyanya yang lain dan begitu juga.

Novel ini tidak terlalu tebal sehingga konflik di dalamnya pun tidak terlalu banyak. Konfliknya sendiri baru benar-benar terasa dan mulai naik setelah lebih dari separuh novel. Sementara pengenalan tokoh masing-masing diceritakan dengan cukup detail di bagian awal dan menghabiskan cukup banyak halaman, bahkan sampai beberapa bab. Namun, mengingat gaya bercerita Cabot yang asik dan humoris, pembaca sepertinya tidak akan keberatan dengan hal ini.

Bagi pembaca yang belum mengetahui kisah King Arthur seperti apa, mungkin di awal akan kurang nyambung dengan ceritanya. Tapi tenang, seiring berjalannya cerita, Cabot akan menyisipkan kisah King Arthur dengan smooth. Kalau mau googling first sepertinya pembaca (yang belum tahu soal King Arthur) bisa lebih tune in dan ceritanya akan lebih ngena. Satu lagi, saya suka twist yang ada di novel ini. Sama sekali tidak menyangka kalau akan ada twist. Cabot begitu piawai menuntun pikiran pembacanya.

Jika konflik sedikit lebih rumit, sepertinya saya akan memberikan nilai empat. =) Saya merekomendasikan novel ini untuk mereka yang sedang mencari bacaan ringan dengan bumbu romansa di dalamnya.

My Rate:

 

8 comments:

  1. Replies
    1. udah jadul banget, dan aku baru baca. -_-

      Delete
  2. Wah kepengen buku ini dr dulu ga pernah kesampean, klo beli di ol shop selalu ga kebagian alias kalah cepet, liat review mba jd tambah mupenggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. novel ini sering muncul di obralan gramedia koook, rajin2 aja nyari obralan, hehehe

      Delete
  3. Memang sepertinya Meg Cabot ahlinya POV orang pertama. Selain itu mo cerita yang agak ringan kayak " teenlit " diatas, ataupun yang agak berat di genre2 fiksi paranormal dia jago. I am a big fan of her. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, aku udah punya serial abandon, kyknya seru juga..tp masih di timbunan.. XP

      Delete
  4. Aku lebih suka seri mediator, tapi emang buku2nya keren2 sih..
    Btw masa aku lupa kalo ceritanya ada twist *_* udah lama juga sih baca buku ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mediator suka nemu di obralan, tapi gak diambil krn udah under estimated dluan. *jahat*
      bagus ya?

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...