Monday, November 24, 2014

Misteri Pulau Tengkorak by Robert Arthur

Judul: Misteri Pulau Tengkorak (Trio Detektif #6)
Penulis: Robert Arthur
Alih bahasa: Agus Setiadi
Desain cover: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 200
Tahun terbit: 2014
Format: ebook











Jupiter Jones, Bob Andrews, dan Pete Crenshaw ditugaskan untuk menyelidiki misteri di Pulau Tengkorak. Selain itu, mereka memiliki tugas tambahan membintangi sebuah film di sana. Pulau Tengkorak dulunya adalah sarang bajak laut. Sang bajak laut menenggelamkan seluruh hartanya di perairan sekitar pulau itu, tetapi tidak ada yang pernah benar-benar menemukan harta karun di sana. Harta sang bajak laut seolah ditelan oleh Sang Laut.

Setelah sampai di bandara kota Melville, trio detektif dijemput olah seorang lelaki bernama Sam. Herannya, dia tahu bahwa mereka adalah detektif. Bukannya diantar ke Fishingport, tapi ketiga pemuda ini justru didamparkan Pulau Tangan, malam-malam di tengah badai. Chris Markos, remaja asal Yunani yang menemukan mereka dengan perahu layar kecilnya. Trio detektif pun diantarkan kembali ke Fishingport. Di tengah perjalanan melewati Pulau Tengkorak, mereka melihat hantu Sally Farington!


Keesokan paginya Trio Detektif meninjau lokasi syuting di Pulau Tengkorak. Ternyata  sering ada tindakan pencurian dan sabotase di sana. Hal ini patut diselidiki. Di Pulau Tengkorak, mereka bertemu lagi dengan Chris, si anak Yunani. Mula-mula Chris mengerjai trio detektif dengan menakut-nakuti mereka saat melihat tengkorak di dalam gua. Chris membuat seolah-olah tengkorak itu berbicara.

Perbincangan antara Chris dan trio detektif pun berlanjut. Chris bercerita bahwa dia tidak disukai penduduk desa, Ayahnya sakit, serta dia perlu menemukan harta karun (kalau) ada untuk biaya berobat ayahnya dan kembali ke Yunani. Obrolan mereka terputus oleh suara Tom Farraday, penjaga lokasi syuting, yang mengusir Chris. Trio detektif pun melanjutkan agenda mereka berikutnya, menyelam. Misteri apa sebenarnya yang terjadi di Pulau Tengkorak? Baca kelanjutan petualangan Trio Detektif dalam Misteri Pulau Tengkorak.

Dari segi cerita, nuansanya mirip dengan buku Enid Blython dengan tokoh yang lebih matang dari sisi usia. Tapi gaya bahasanya tidak terkesan jadul sih. Cover barunya masih mengandung unsur klasik dengan pewarnaan yang lebih modern. Jadi, dibanding yang sebelumnya, saya lebih suka cover yang ini. 

Alurnya cenderung maju, dengan sesekali flashback kisah masa lalu yang terjadi di Pulau Tengkorak. Penceritaan masa lalu Pulau Tengkorak dilakukan oleh tokoh yang ada dalam cerita, tapi karena panjang-panjang, sebagian ceritanya dibuatkan paragraf baru dan tidak diberi tanda petik lagi. Agak terkesan diceritakan oleh penulis, si orang ketiga.

Menurut saya, kisah Trio Detektif ini cukup seru. Penyelesaian konflik dibuat tidak terlalu mudah, cocok sebagai bacaan para remaja yang mulai menyukai tantangan melalui konflik yang dibangun penulis. Konfliknya sendiri bertahap dari yang mudah, kemudian level kesulitannya naik, dan jadi menegangkan. Eksekusi pemberian solusi untuk semua konflik terkesan natural.

Yang lucu adalah panggilan Jupe untuk Jupiter. Sebagai orang Indonesia, yang muncul pertama dalam benak saya adalah artis dangdut berambut panjang itu. Hehe. Overall, saya sangat menikmati penuturan Robert Arthur di buku keenam ini.


My Rate:

 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...