Monday, December 22, 2014

Everything for Mama by MQ Maria

Judul: Everything for Mama
Penulis: MQ Maria
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah halaman: 224
Tahun terbit: 2014


Lama tak merasakan kasih sayang seorang ibu membuat Alia sering merasa iri melihat kedekatan sahabat-sahabatnya dengan ibu mereka masing-masing. Tujuh belas tahun lamanya dia menanti saat yang dijanjikan oleh Nenek Nur ini. Saat dimana Alia bisa mengetahui jati diri orang tuanya, terutama ibunya. Sudah bertahun-tahun Alia menata hatinya agar bisa lebih siap mendengarkan kisah dari Nenek Nur. Tersebutlah nama Dona Setiawan sebagai ibu kandung Alia, seorang aktris yang dulu sempat terkenal.

Setelah mendengar kisah Nenek Nur, Alia pun pergi mencari ibunya. Rasa ingin mendapat kasih sayang dari seorang ibu menghapus semua kesalahan yang telah diperbuat Dona di mata Alia. Terkuaklah sedikit demi sedikit kehancuran hidup sang aktris di masa kini, mengidap penyakit yang memalukan, terlilit hutang yang sedemikian banyaknya, juga sikap tempramennya kepada semua pembantunya.

Alia, dengan ketulusannya yang begitu besar, mencoba mengajak sang ibu bangkit dari keterpurukannya. Mampukah Aila melakukannya? Dapatkah Alia melakukan hal-hal yang diidamkannya sejak dulu bersama ibunya? Simak kelanjutan kisah mengharukan ini dalam Everything for Mama.


Novel bersampul muka toska-pink ini berkisah tentang pengorbanan seorang anak untuk ibunya, ibu yang selama ini telah meninggalkannya. Nama tokoh sebenarnya sudah umum ya, tapi entah kenapa saya sering salah baca Alia menjadi Aila. Sekilas saya merasa Alia ini too good to be true, udah disakitin segitunya masih tetap bertahan, cuma down sedikit. Namun, mengingat alasannya adalah demi sang ibu, sepertinya mungkin-mugkin saja.

Hubungan antara pria dan wanita tidak terlalu ditonjolkan di sini, mengingat novel ini termasuk salah satu novel islami. Tapi cerita si A suka dengan si B tetap ada, dengan selipan pesan bahwa mereka tidak berpacaran sebelum menikah. Keduanya pun sama-sama menjaga hati. Sayangnya, kesan ini dirusak dengan kehebohan ibu sang pemuda yang bilang ingin memiliki menantu seperti Alia. -_- Engg, bikin pertahanan runtuh gak sih kayak gini. Jadi inget dulu diwanti-wanti banget untuk nggak ngecengin temen cewek sama cowok, takutnya ngerusak hati.

Tiap karakter dibuat sehumanis mungkin. Tidak ada yang terlalu baik, juga terlalu jahat. Meskipun si Alia mendekati terlalu baik, tapi dia juga diceritakan titik rapuhnya. Karakter Nenek Nur yang bagai malaikat bagi Alia pun demikian. Malaikat bagi Alia, tapi ternyata kurang memberi perhatian pada anaknya. Meskipun alasannya adalah karena Nenek Nur berhutang budi pada keluarga Alia, tapi tetap saja seharusnya Mbak Desi, anak Nenek Nur, tetap merasakan kasih sayang dari ibunya.

Untuk melembutkan hati, bisa banget baca novel ini.


My Rate:


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...