Thursday, June 12, 2014

The After Dinner Mysteries by Higashigawa Tokuya

Judul: The After Dinner Mysteries
Judul asli: Nazotoki Wa Dinā No Ato De
Penulis: Higashigawa Tokuya
Penerjemah: Khairun Nisak
Penyunting: Novianita
Proofreader: Dini Novita Sari
Penerbit: Haru
Jumlah halaman: 291
Cetakan pertama: Februari 2014
*Buntelan dari Penerbit Haru*


Terima kasih kepada Haru yang telah memberikan novel ini untuk saya review dan mohon maaf atas keterlambatan reviewnya. TT_TT

The After Dinner Mysteries adalah sebuah kumpulan cerpen detektif dengan tiga tokoh sentral di dalamnya, yaitu Hosho Reiko, Kageyama, dan Komandan Kazamatsuri. Hosho Reiko adalah seorang detektif dari Kepolisian wilayah Kunitachi. Namun, identitas aslinya adalah seorang anak tunggal dari konglomerat pemilik Hosho Group. Dia selalu menyembunyikan identitasnya ini, entah mengapa. Sedangkan Komandan Kazamatsuri, dari penampilannya yang necis dan selalu menaiki jaguar kesayangannya, semua orang tahu bahwa dia anak orang kaya, yaitu anak pemilik Kazamatsuri Motors. Bagi Reiko, atasannya ini cukup menyebalkan dan selalu saja ingin dianggap pintar. Berikutnya ada Kageyama, pelayan Tuan Puteri Hosho Reiko. Meskipun hanya seorang pelayan, kemampuan analisisnya sangat mencengangkan dan dia selalu bisa mengupas tuntas kasus-kasus yang ditangani oleh Sang Tuan Puteri. Namun, kepintaran Kageyama dalam menganalisis sebuah kasus tetap meninggalkan kejengkelan tersendiri bagi Reiko. Bagaimana tidak, kalau setiap Reiko curhat soal kasus yang sedang dihadapinya, Kageyama selalu melontarkan kata-kata yang membuatnya naik darah?!

"Jangan-jangan mata Tuan Puteri sebenarnya hanya lubang tak berguna?" (hal. 81)

Totalnya, ada tujuh cerpen yang dikumpulkan di sini, yang terdiri atas enam kasus pembunuhan dan sebuah cerpen bonus. Saya sebut sebagai cerpen bonus karena tidak berhubungan dengan tindak kriminal, meskipun tetap memunculkan analisis Kageyama. Cerpen-cerpen itu adalah:
  1. Silakan Lepas Sepatu Anda di TKP Pembunuhan
  2. Maukah Anda Mencoba Anggur Kematian
  3. Ada Zat Mematikan pada Mawar yang Indah
  4. Mempelai Wanita Berada dalam Ruangan Terkunci
  5. Hati-Hati Jika Berselingkuh
  6. Inilah Pesan dari Orang Mati
  7. Cinta Berlebihan dalam Keluarga Hosho
Dari judulnya saja, sudah terlihat bahwa kumcer ini pembawaannya tidak seperti cerita detektif pada umumnya yang terkesan serius. Sisi komedi juga dimunculkan beberapa kali dari interaksi antara Hosho Reiko dengan Kageyama.

Cerita favorit saya adalah cerita kelima, yaitu Hati-Hati Jika Berselingkuh. Bagi saya, kisah ini yang paling menantang untuk dianalisis. Kisah bermula dari ditemukannya seorang pemuda yang tewas dengan luka dalam di keningnya. Anehnya, remaja tersebut telanjang bulat. Postur tubuh korban termasuk pendek, tingginya hanya sekitar 160 cm, wajahnya pun imut, sehingga bisa saja orang yang tak mengenalnya akan menyangka dia anak SMP. Korban bernama Nozaki Shinichi, berusia 25 tahun, seorang karyawan di perusahaan asuransi Mitsutomo Life. Yang menjadi teka-teki dalam kasus ini adalah, mengapa korban tewas dalam keadaan telanjang bulat? Menurut tetangga korban, malam sebelumnya korban pergi bersama wanita yang lebih pendek darinya, tingginya sekitar 150 cm. Hmm, menarik bukan? Yuk, baca kelanjutan kisahnya dalam novel The After Dinner Mysteries.

"Mendengar itu, saya jadi lega. Sebenarnya saya diam-diam sudah khawatir. Sejak saya mulai ikut campur dalam kasus-kasus Tuan Putri, saya berkali-kali memecahkan kasus-kasus yang sulit sendirian. Hasilnya, perlahan-lahan Tuan Putri mulai menjadi sosok yang tidak berguna..." (hal. 210)

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, cerita detektif dalam kumcer ini terbilang ringan, sehingga sangat cocok dibaca dikala senggang atau melepas penat dari aktivitas lain. Yang agak mengganggu, latar belakang ketiga tokoh sentral diceritakan berulang di setiap cerpen. Selain itu, beberapa ceritanya berakhir menggantung. Meskipun pembaca sudah bisa menduga bahwa setelah kasus terungkap penjahatnya akan tertangkap, tapi pembaca mungkin menunggu-nunggu bagaimana eksekusi penyampaian analisis ini kepada atasan Reiko sampai pada penangkapan pelaku sebenarnya.

Namun demikian, saya sangat menyukai analisis-analisis Kageyama dan saya mengagumi kecerdasannya. Tanpa berada langsung di TKP, hanya mendengar cerita dari Hosho Reiko, dia mampu memecahkan kasus-kasus yang membuat Reiko pusing. Berhubung di negara asalnya sudah diterbitkan sampai buku ketiga, semoga saja Penerbit Haru juga akan menerjemahkan dan menerbitkannya lagi di Indonesia dengan desain cover yang seperti aslinya (covernya sangat eyecatching soalnya). ^__^


My Rate:

 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...